Jumat, 13 September 2013

Skripsi T Industri Rancangan Perbaikan Kualitas Dan Efektivitas Dengan Integrasi Konsep Overall Equipment Effectiveness, Failure Mode & Effect Analysis Dan Fault Tree Analysis Di PT.Paperteries De Mauduit (PDM) Indonesia

Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Rancangan Perbaikan Kualitas Dan Efektivitas Dengan Integrasi Konsep Overall Equipment Effectiveness, Failure Mode & Effect Analysis Dan Fault Tree Analysis Di PT.Paperteries De Mauduit (PDM) Indonesia. PT.PDM Indonesia adalah perusahaan yang memproduksi kertas rokok dengan fokus penggunaan mesin produksi yaitu pada paper machine.

Paper machine merupakan jantung dari kegiatan produksi. Untuk itu perlu adanya keefektivitasan penggunaan mesin tersebut untuk dapat menghasilkan produk yang baik dalam hal kualitas dan kuantitas. Pengukuran efektivitas dengan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan konsep analisis penyebab kegagalan dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) serta Fault Tree Analysis (FTA) diharapkan mampu memberikan parameter dalam peningkatan efektivitas, mengendalikan kegagalan produk yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas perusahaan.

Dari analisis diperoleh nilai OEE Paper Machine enam bulan terakhir : berkisar antara 65,67% hingga 79,37%. Penyebab utama dari OEE yang rendah adalah faktor Machine Break. Sedankan untuk OEE Six Big Losses penyebab utama menigkatnya time losses, yaitu faktor reduced speed losses dan rework losses. Hasil identifikasi FMEA diperoleh nilai RPN tertinggi yaitu 180 pada proses Paper Machine, dengan mode kegagalan yaitu dirty, dengan penyebab utama kotoran terlarut dalam proses produksinya serta screen tidak berfungsi maximal.

Untuk mengatasi penyebab tersebut perlu dilakukan pengecekan dan pembersihan secara rutin jalannya proses dan screen oleh operator Paper Machine. Hasil identifikasi FTA mengindikasikan bahwa probabilitas kegagalan tertinggi pada bagian Paper Machine yaitu 0,24785, yaitu pada bagian wire section. Dengan melakukan rancangan perbaikan dengan mereduksi nilai faktor downtime machine break maka terjadi peningkatan OEE sebesar 1,4% dan penurunan OEE Six Big Losses sebesar 1,2%. Penurunan/reduksi downtime dilakukan dengan menerapkan preventive maintenance dengan menerapkan interval waktu penggantian komponen optimum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar