Download Kumpulan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Perencanaan Preventive Maintenance Mesin Produksi untuk Minimisasi Biaya di P.T. Mandheling Gayo Internasional. PT. Mandheling Gayo (Mandago) Internasional merupakan suatu pabrik yang mengolah biji kopi bermutu tinggi yang mampu bersaing di pasaran ekspor. Untuk mendukung aktivitas perusahaan berjalan dengan baik, perusahaan harus selalu menjaga kelancaran proses produksi dan memperhatikan efisiensi biaya di lantai produksi. Salah satu aspek penting dalam menjaga kelancaran proses dan minimisasi resiko biaya di lantai produksi adalah tersedianya mesin dan peralatan yang handal.
Mesin dan peralatan yang handal hanya dapat tercipta jika dilakukan sistem perawatan yang baik. Perawatan mesin yang selama ini dilakukan perusahaan berdasarkan riset yang telah dilakukan, belum pada kondisi optimal. Hal ini terlihat dari belum adanya departemen khusus yang menangani masalah perawatan mesin, tidak adanya jadual perawatan mesin dan prosedur perawatan yang baku.
Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem perawatan prefentif secara periodik yang diharapkan bisa mencegah kerusakan serius mesin secara tiba-tiba dan terhentinya produksi sementara. Pada penelitian ini mesin yang diamati adalah mesin screening. Pertama kali dilakukan penetapan komponen kritis mesin yang diamati.
Dari data kerusakan komponen kritis dipilih pola distribusi yang sesuai berdasarkan nilai goodness of fit yang terbesar dengan menggunakan metode Least Square secara manual. Selanjutnya dengan analisis reliability engineering dilihat keandalan mesin dan laju kerusakan per satuan waktu. Kemudian dicari nilai Mean Time to Failure (MTTF) dan parameternya. Setelah didapatkan nilai MTTF dan parameternya, maka langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan selang waktu penggantian yang optimum dengan metode Total Minimum Downtime (TMD) .
Dari hasil penelitian yang dilakukan, didapat kompoen kritis ada 3, yaitu Screening Deck, Vibratory Conveyor dan Motor. Dari ketiga komponen berdasarkan analisis keandalan didapat bahwa keandalan semua komponen mengalami penurunan atas fungsi waktu, yang berakibat pada meningkatnya laju kegagalan mesin.
Berdasarkan perhitungan dengan kriteria minimisasi downtime, untuk komponen Screening Deck didapat bahwa selang waktu penggantian sebesar 110 hari. Artinya bahwa komponen tersebut sudah harus diganti sebelum beroperasi selama 110 hari. Sedangkan untuk komponen Vibratory Conveyor diperoleh selang waktu waktu penggantian sebesar 112 hariKemudian untuk komponen Motor Listrik diperoleh selang waktu waktu penggantian sebesar 146 hari.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar