Download Kumpulan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Mengurangi Non Value Added Activity (Nvaa)Guna Memperbaiki Aliran Proses Operasi Pelayanan Dengan Pendekatan Lean Service Di CV.Permata Darussalam. Supermarket CV.Permata Darussalam merupakan salah satu bisnis retail yang menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari dengan berbagai kebutuhan jenis makanan, minuman, obat-obatan, sabun, sembako dan alat-alat tulis.
Saat ini proses operasi supermarket CV.Permata Darussalam masih belum sistematis yang mengakibatkan terdapatnya beberapa aktivitas yang tidak bernilai tambah yang pada akhirnya berpengaruh terhadap efisiensi waktu.
Proses operasi pelayanan supermarket adalah melakukan pengadaan barang dagangan sebagai persedian, memesan produk-produk jualan, menerima dan melakukan pengecekan terhadap kiriman produk yang dipesan, melakukan pengendalian produk yang cacat dan kadaluarsa Permasalahan pada supermarket pada proses pengadaan dan pengolahan barang adalah banyaknya aktivitas non value added yang pada akhirnya berpengaruh terhadap efisiensi waktu, diantaranya yaitu pengerjaan ulang (rework), adanya waktu menunggu karyawan akibat keterlambatan informasi untuk proses selanjutnya, serta masih terdapat kesalahan pada proses Divisi pengadaan dan pengolahan karena Error in Document.
Hal tersebut dapat mengakibatkan keterlambatan sirkulasi pendapatan dan peritel mengalami kerugian sedangakan pasar semakin kompetitif, sehingga perlu adanya perbaikan secara menerus (continuous improvement) untuk memperlancar aliran proses supermarket. Karena penanganan masalah yang belum diatur teorganisir dan sistematik, maka diperlukan perbaikan proses operasi pelayanan pelanggan untuk meruduksi non value added activity agar kualitas dan efisiensi kerjanya dapat ditingkatkan. Metode analisis yang dipergunakan adalah dengan analisis waste dalam aliran proses dan analisis waste dalam Value Stream Analysis Tools (VALSAT) digunakan dalam pemilihan detailed mapping tool berdasarkan waste yang telah didefenisikan sebelumnya.
Dalam penelitian ini didapatkan waste yang paling sering terjadi berdasarkan pembobotan waste adalah error in document dengan bobot 73, transport of document dengan bobot 62.33, waiting for the next process step dengan bobot 71, unnecessary motions dengan bobot 60, process of getting approals dengan bobot 59, unnecessary work not requested dengan bobot 58 , dan backlog in work queues dengan bobot 61. Sehingga usulan perbaikan yang diajukan adalah dengan mereduksi waste tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar