Minggu, 25 Agustus 2013

Skripsi T Industri Perancangan Fasilitas Kerja yang Ergonomis dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment Pada Industri Kecil Pengelasan

Download Kumpulan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Perancangan Fasilitas Kerja yang Ergonomis dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment Pada Industri Kecil Pengelasan (Studi Kasus Bengkel Las UD Usaha Baru). Pengelasan merupakan cara yang umum digunakan untuk menyambung logam secara permanen, dimana input panas diberikan pada logam hingga mencair dan menyambungnya dalam suatu sambungan yang permanen.

Pengelasan merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan di Bengkel Las UD Usaha Baru. Setelah melakukan pengamatan pendahuluan pada bengkel las UD. Usaha Baru diketahui permasalahan yang dihadapi operator las adalah fasilitas kerja pengelasan yang tidak memadai sehingga dapat menimbulkan dampak negatif bagi operator tersebut yang akan terjadi baik dalam waktu jangka pendek) maupun jangka panjang (long term), dampak negatif jangka pendek (short term) yang dialami operator yitu rasa pegal pada kaki dan tangan setelah habis bekerja karena posisi kerja jongkok, sedangkan dampak negatif jangka panjang (long term) yaitu rasa nyeri pada tulang punggung dan pinggang yang mana itu dirasakan setelah kurang lebih setahun masa kerja, terutama pada bagian stasiun pengelasan yang mana mereka sering mengalami kelelahan waktu bekerja pada posisi jongkok dan keluhan nyeri pada pinggang dan tulang punggung. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya keluhan dari pekerja.Berbagai resiko yang mempengaruhi kehidupan pekerja harus diantisipasi dengan cara penyesuaian antara pekerja dan fasilitas kerja dengan pendekatan ergonomi.

Penelitian ini bertujuan untuk merancang fasilitas kerja yang ergonomis dengan menerapkan metode Quality Function Deployment (QFD) dalam rangka mengurangi keluhan nyeri akibat kerja. Penggunaan metode Quality Function Deployment (QFD) dalam perancangan faslitas kerja adalah untuk menentukan kebutuhan pelanggan dan menterjemahkan kebutuhan tersebut kedalam karakteristik teknik yang relevan dengahn melakukan survey dengan menyebarkan kuesioner terbuka dan tertutup.

Hasil penelitian melalui survey kuesioner Standard Nordic Body Map pada stasiun pengelasan dan rasa sakit didominasi Punggung (4.6%), Pinggang (4.8%), Bokong (4,6%), Tangan kanan (4.4%), Pergelangan kaki kiri (4.8%), Pergelangan kaki kanan (4.8%), pinggang, bokong dan pada tangan operator. Maka fasilitas kerja yang dirancang untuk mengurangi keluhan dan rasa sakit operator yaitu kursi rendah atau biasa disebut dengan bangku kerja.

Berdasarkan data anthropometri operator maka diperoleh tinggi bangku kerja yaitu 8 cm dengan diameter alasnya 35 cm, dan dengan perancangan fasilitas kerjanya dengan menggunakan metode Quality Function deployment (QFD) dapat mengetahui keinginan konsumen terhadap atribut produk dan menentukan karakteristik teknik dan menentukan tingkat kesulitan dan derajat kepentingan kkarakteristik teknik perancangan produk bangku kerja tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar