Download Kumpulan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Analisis Mutu Produk Jadi Berdasarkan Metode Kaizen Pada PT Medan Media Grafikatama. Banyak perusahaan menghadapi masalah serius dalam mereduksi produk cacat. Produk cacat yang diterima pelanggan dapat menimbulkan kerugian bagi peusahaan.
Bila situasi demikian tidak diatasi dengan segera, perusahaan akan kehilangan pelanggan potensialnya. Dengan adanya pengendalian kualitas (Quality Control) secara baik dan benar dalam proses produksi, maka akan diperoleh produk yang dapat memenuhi keinginan pelanggan. PT. Medan Media Grafikatama merupakan perusahaan di bidang percetakan dimana produk yang dihasilkan antara lain koran Kompas, koran Tribun, tabloid Bola, tabloid Nova dan katalog-katalog pasar moderen.
Informasi yang terdapat pada media cetak yang diproduksi harus memenuhi standard yang berlaku di perusahaan, apabila hasil cetakan berada di luar standard perusahaan maka dapat dipastikan informasi yang dituangkan pada media cetak tersebut akan tidak jelas. Hasil cetakan koran yang beredar pada konsumen didapati memiliki kualitas diluar standard perusahaan. Produk cacat dalam proses produksi sulit dihindari dalam perusahaan ini.
Jenis kegagalan yang sering ditemukan, seperti cacat Lytography, cacat register, dan cacat lipatan. Perhitungan pada pengolahan data menggunkan metode seven tools. Pada checksheet diperoleh jumlah Koran berdasarkan jenis cacat Register sebesar 202 halaman, jenis cacat Lythographi sebesar 588 halaman, jenis cacat Lipatan sebesar 70 halaman Dengan menggunakan aturan pareto 80-20 pada diagram pareto, diperoleh jenis kegagalan yang paling dominan dalam proses produksi dengan frekuensi kumulatif di bawah 80%, yaitu jenis cacat Lythographi, dengan demikian Jenis cacat Lytography ini menjadi prioritas perbaikan.
Dalam usaha memecahan masalah ini, peneliti menggunakan metode Kaizen. Pada penerapannya dalam perusahaan, kaizen mencakup pengertian perbaikan berkesinambungan yang melibatkan seluruh elemen perusahaan, sehingga perusahaan mampu mengurangi produk cacat yang beredar pada konsumen.
Minggu, 25 Agustus 2013
Skripsi T Industri Kajian Termal Terhadap Produktivitas Operator Bagian Pengepressan di PTP Nusantara II Pabrik Karet Batang Serangan
Download Kumpulan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Kajian Termal Terhadap Produktivitas Operator Bagian Pengepressan di PTP Nusantara II Pabrik Karet Batang Serangan. Paparan panas pada lingkungan kerja terjadi pada bagian pengepressan di PTP Nusantara II Pabrik Karet Batang Serangan . Sumber panas berasal dari mesin press bale.
Radiasi dipancarkan langsung ke operator yang berada di dekat mesin tersebut. Panas yang terjadi akan berakumulasi pada bagian atas ruangan sehingga menyebabkan temperatur sekeliling meningkat seiring dengan kenaikan waktu. Akibatnya pekerja merasa gerah ditandai dengan pengeluaran keringat yang berlebihan dan turunnya produktivitas kerja yang didefinisikan sebagai waktu kerja non-produktif yang tinggi.
Faktor-faktor fisik lingkungan kerja seperti temperatur ruang kerja dan permukaan mesin, kecepatan udara dan kelembaban udara diukur menggunakan instrumen pengukuran. Kenyamanan termal diukur dengan menggunakan kuesioner. Waktu kerja produktif dan non-produktif diperoleh dari rumusan Indeks Suhu Bola Basah (ISBB) dan resiko Heat Stress dianalisa dengan metoda Heat Stress Index.
Subjek penelitian ini adalah seluruh operator bagian pengepressan yaitu sebanyak 8 operator. Nilai ISBB yang diperoleh pada penelitian adalah 28,85 oC, sehingga persentase waktu kerja operator adalah 60% bekerja dan 40% istirahat. Nilai Heat Stress Index (HSI) yang diperoleh untuk operator di bagian pengepressan adalah 111% sedangkan nilai insulasi pakaian untuk operator adalah sebesar 0,32 clo.
Setelah dilakukan perbaikan dalam hal pakaian kerja maka dapat mengurangi nilai ISBB sebesar 2o Dari penelitian yang dilaksanakan maka saran bagi perusahaan adalah membuat seragam untuk meningkatkan kenyamanan operator dan membuat ventilasi buatan dalam mengurangi beban pendinginan. C nilai insulasi perbaikan adalah 1,31 clo. Dari perancangan turbin ventilator ruangan maka dapat mengurangi beban pendinginan sebesar 82,23 kW. Rancangan perbaikan dapat mengurangi nilai Heat Stress Index(HSI) operator sebesar 37,02% serta jam kerja operator meningkat menjadi 81% dan jam istirahat 19%.
Radiasi dipancarkan langsung ke operator yang berada di dekat mesin tersebut. Panas yang terjadi akan berakumulasi pada bagian atas ruangan sehingga menyebabkan temperatur sekeliling meningkat seiring dengan kenaikan waktu. Akibatnya pekerja merasa gerah ditandai dengan pengeluaran keringat yang berlebihan dan turunnya produktivitas kerja yang didefinisikan sebagai waktu kerja non-produktif yang tinggi.
Faktor-faktor fisik lingkungan kerja seperti temperatur ruang kerja dan permukaan mesin, kecepatan udara dan kelembaban udara diukur menggunakan instrumen pengukuran. Kenyamanan termal diukur dengan menggunakan kuesioner. Waktu kerja produktif dan non-produktif diperoleh dari rumusan Indeks Suhu Bola Basah (ISBB) dan resiko Heat Stress dianalisa dengan metoda Heat Stress Index.
Subjek penelitian ini adalah seluruh operator bagian pengepressan yaitu sebanyak 8 operator. Nilai ISBB yang diperoleh pada penelitian adalah 28,85 oC, sehingga persentase waktu kerja operator adalah 60% bekerja dan 40% istirahat. Nilai Heat Stress Index (HSI) yang diperoleh untuk operator di bagian pengepressan adalah 111% sedangkan nilai insulasi pakaian untuk operator adalah sebesar 0,32 clo.
Setelah dilakukan perbaikan dalam hal pakaian kerja maka dapat mengurangi nilai ISBB sebesar 2o Dari penelitian yang dilaksanakan maka saran bagi perusahaan adalah membuat seragam untuk meningkatkan kenyamanan operator dan membuat ventilasi buatan dalam mengurangi beban pendinginan. C nilai insulasi perbaikan adalah 1,31 clo. Dari perancangan turbin ventilator ruangan maka dapat mengurangi beban pendinginan sebesar 82,23 kW. Rancangan perbaikan dapat mengurangi nilai Heat Stress Index(HSI) operator sebesar 37,02% serta jam kerja operator meningkat menjadi 81% dan jam istirahat 19%.
Skripsi T Industri Usulan Pengendalian Kebisingan Pada Stasiun Kerja Hammering di PT. Sarana Panen Perkasa
Download Kumpulan Skripsi Teknik Industri Lengkap – sulan Pengendalian Kebisingan Pada Stasiun Kerja Hammering di PT. Sarana Panen Perkasa. PT. Sarana Panen Perkasa adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi alat-alat pertanian khususnya perkebunan kelapa sawit. Produk yang dihasilkan oleh PT. Sarana Panen Perkasa merupakan alat-alat pertanian berupa egrek, dodos, kapak, parang, gancu, tojok, pinggang.
Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan adalah besarnya tingkat kebisingan yang terjadi di stasiun kerja hammering. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengendalikan tingkat kebisingan yang ada pada stasiun kerja hammering agar paparan kebisingan yang melewati nilai ambang batas yang diterima operator dapat dikurangi.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengkaji sejauh mana faktor kebisingan dengan satu atau lebih faktor lain mempengaruhi pekerja. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah judgement sampling dan objek dalam penelitian ini adalah pekerja yang bekerja pada stasiun kerja hammering. Data yang diambil selama penelitian yaitu tingkat kebisingan dan kecepatan angin.
Berdasarkan perhitungan korelasi dan regresi diperoleh bahwa tidak terdapat hubungan yang erat antara tingkat kebisingan dan kecepatan angin, bila dibandingkan dengan perhitungan dosis kebisingan maka perlu dilakukan perbaikan. Usulan pengendalian kebisingan pada stasiun kerja hammering dilakukan dengan pemasangan dinding dari papan gypsum dengan ketebalan 0,010 m dengan total luasan 937 m2. Dengan usulan tersebut, kebisingan dapat diturunkan sebesar 26.02 dB(A), dan konstanta Noise Reduction (NR) yang diperoleh sebesar 6.
Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan adalah besarnya tingkat kebisingan yang terjadi di stasiun kerja hammering. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengendalikan tingkat kebisingan yang ada pada stasiun kerja hammering agar paparan kebisingan yang melewati nilai ambang batas yang diterima operator dapat dikurangi.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengkaji sejauh mana faktor kebisingan dengan satu atau lebih faktor lain mempengaruhi pekerja. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah judgement sampling dan objek dalam penelitian ini adalah pekerja yang bekerja pada stasiun kerja hammering. Data yang diambil selama penelitian yaitu tingkat kebisingan dan kecepatan angin.
Berdasarkan perhitungan korelasi dan regresi diperoleh bahwa tidak terdapat hubungan yang erat antara tingkat kebisingan dan kecepatan angin, bila dibandingkan dengan perhitungan dosis kebisingan maka perlu dilakukan perbaikan. Usulan pengendalian kebisingan pada stasiun kerja hammering dilakukan dengan pemasangan dinding dari papan gypsum dengan ketebalan 0,010 m dengan total luasan 937 m2. Dengan usulan tersebut, kebisingan dapat diturunkan sebesar 26.02 dB(A), dan konstanta Noise Reduction (NR) yang diperoleh sebesar 6.
Skripsi T Industri Rancangan Perbaikan Kualitas Pada Pengolahan Minyak Sawit Dengan Metode Statistical Quality Control (SQC) dan PDCA di PT PP London Sumatera Tbk
Download Kumpulan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Rancangan Perbaikan Kualitas Pada Pengolahan Minyak Sawit Dengan Metode Statistical Quality Control (SQC) dan PDCA di PT PP London Sumatera Tbk. PT. PP London Sumatera Tbk merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan tandan buah segar menjadi Crude Palm Oil (CPO) dan kernel, dan penjualan produknya telah memasuki pasar internasional. Untuk saat ini kapasitas produksi PT PP London Sumatera Tbk mencapai 45 ton per jamnya.
Untuk tetap menjaga kualitas dan menghindari kegagalan produk, PT PP London Sumateta Tbk harus melakukan pengendalian kualitas. Apalagi untuk pangsa pasar internasional, biasanya mereka mempunyai standar kualitas yang tinggi untuk produk yang dimaksudkan untuk dipasarkan. Minyak sawit memiliki tiga spesifikasi mutu, yakni kadar asam lemak bebas, kadar air, dan kadar kotoran. Kualitas CPO sangat dipengaruhi oleh ketiga spesifikasi mutu tersebut. Semakin tinggi nilai ataupun kadar dari spesifikasi mutu tersebut, maka kualitas CPO akan semakin menurun.
Begitu juga sebaliknya, jika semakin rendah nilai ataupun kadar dari spesifikasi mutu tersebut, maka kualitas CPO akan semakin baik. Hasil perhitungan dengan menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) menunjukkan bahwa masih terdapat CPO yang kualitasnya kurang baik. Hal ini bisa dilihat dari kadar asam lemak bebas, kadar air, dan kadar kotoran yang tinggi atau berada di luar batas normal.
Biasanya ada beberapa hal yang mempengaruhi baik tidaknya kualitas CPO tersebut, yakni manusia (pekerja), bahan baku yang digunakan, mesin dan peralatan yang digunakan, metode kerja yang digunakan, dan lingkungan. Untuk memperbaiki kualitas CPO tersebut, hal yang pertama dilakukan ialah mengidentifikasi permasalahan dan mencari faktor-faktor dominan yang mempengaruhi kualitas CPO tersebut. Setelah mengetahui faktor dominannya, dilakukan sebuah rancangan kualitas untuk memperbaiki kualitas CPO yang dihasilkan perusahaan.
Dari penelitian yang dilaksanakan maka saran yang dapat diberikan adalah perusahaan sebaiknya melakukan perbaikan yang lebih terfokus pada faktor utama penyebab penyimpangan kualitas, yaitu faktor bahan baku dan faktor metode kerja.
Untuk tetap menjaga kualitas dan menghindari kegagalan produk, PT PP London Sumateta Tbk harus melakukan pengendalian kualitas. Apalagi untuk pangsa pasar internasional, biasanya mereka mempunyai standar kualitas yang tinggi untuk produk yang dimaksudkan untuk dipasarkan. Minyak sawit memiliki tiga spesifikasi mutu, yakni kadar asam lemak bebas, kadar air, dan kadar kotoran. Kualitas CPO sangat dipengaruhi oleh ketiga spesifikasi mutu tersebut. Semakin tinggi nilai ataupun kadar dari spesifikasi mutu tersebut, maka kualitas CPO akan semakin menurun.
Begitu juga sebaliknya, jika semakin rendah nilai ataupun kadar dari spesifikasi mutu tersebut, maka kualitas CPO akan semakin baik. Hasil perhitungan dengan menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) menunjukkan bahwa masih terdapat CPO yang kualitasnya kurang baik. Hal ini bisa dilihat dari kadar asam lemak bebas, kadar air, dan kadar kotoran yang tinggi atau berada di luar batas normal.
Biasanya ada beberapa hal yang mempengaruhi baik tidaknya kualitas CPO tersebut, yakni manusia (pekerja), bahan baku yang digunakan, mesin dan peralatan yang digunakan, metode kerja yang digunakan, dan lingkungan. Untuk memperbaiki kualitas CPO tersebut, hal yang pertama dilakukan ialah mengidentifikasi permasalahan dan mencari faktor-faktor dominan yang mempengaruhi kualitas CPO tersebut. Setelah mengetahui faktor dominannya, dilakukan sebuah rancangan kualitas untuk memperbaiki kualitas CPO yang dihasilkan perusahaan.
Dari penelitian yang dilaksanakan maka saran yang dapat diberikan adalah perusahaan sebaiknya melakukan perbaikan yang lebih terfokus pada faktor utama penyebab penyimpangan kualitas, yaitu faktor bahan baku dan faktor metode kerja.
Skripsi T Industri Analisis Tingkat Kepuasan Kerja Karyawan di PT. Bank Sumut Cabang Iskandar Muda, Medan
Download Kumpulan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Analisis Tingkat Kepuasan Kerja Karyawan di PT. Bank Sumut Cabang Iskandar Muda, Medan. PT. Bank SUMUT Cabang Iskandar Muda Medan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Perusahaan ini sekarang mengalami perkembangan yang pesat, sehingga pihak perusahaan harus tanggap dengan perubahan yang terjadi. Karena selain teknologi, kualitas pelayanan, dan finansial, kepuasan kerja karyawan juga sangat mendukung untuk mendapatkan hasil kerja yang optimal.
Jika seorang karyawan mendapatkan kepuasan dalam melakukan pekerjaannya, maka ia akan bekerja dengan maksimal untuk menyelesaikan pekerjaanya. Sehingga produktivitas dan hasil kerja karyawan akan meningkat . Tingkat kepuasan kerja karyawan dapat diukur dari beberapa faktor yaitu faktor intrinsik, faktor ekstrinsik dan pemenuhan pendapatan.
Dimana faktor intrinsik merupakan faktor yang berasal dari dalam diri karyawan, faktor ekstrinsik merupakan faktor yang berasal dari luar diri karyawan, pemenuhan pendapatan yaitu terciptanya kepuasan kerja karena adanya kesesuaian imbalan terhadap hasil kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk dapat menghasilkan suatu perbaikan dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan.
Dalam penelitian ini sarana yang digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dengan responden adalah kuesioner kesepahaman dan kuesioner tertutup. Kuesioner kesepahaman disebarkan sebanyak 5 eksemplar yang terdiri atas 33 variabel dan kuesioner tertutup sebanyak 40 eksemplar terdiri atas 33 variabel. Penelitian ini menggunakan perhitungan validitas, reliabilitas. Setelah data yang diperoleh valid maka dilakukan perhitungan regresi yang bertujuan untuk melihat hubungan antara tingkat kepuasan kerja (kenyataan) dengan tingkat kepentingan (harapan), korelasi untuk mengetahui kuatnya hubungan kedua variabel. Korelasi yang paling tinggi terdapat pada variabel pemenuhan pendapatan sebesar 0.79 hal ini menunjukkan tingkat kepuasan kerja (kenyataan) dengan tingkat kepentingan (harapan) yang diinginkan karyawan sangat kuat. Dan analisis pemecahan masalah menggunakan diagram kartesius dengan bantuan aplikasi SPSS 13. Diagram kartesius ini digunakan untuk mengatahui posisi indiktor –indikator variabel kepuasan kerja. Dari posisi indiktor –indikator variabel kepuasan kerja dapat kita lihat variabel mana saja yang menjadi prioritas utama yang perlu ditingkatkan baik oleh karyawan maupun perusahaan agar diperoleh kepuasan kerja yang otimal.
Jika seorang karyawan mendapatkan kepuasan dalam melakukan pekerjaannya, maka ia akan bekerja dengan maksimal untuk menyelesaikan pekerjaanya. Sehingga produktivitas dan hasil kerja karyawan akan meningkat . Tingkat kepuasan kerja karyawan dapat diukur dari beberapa faktor yaitu faktor intrinsik, faktor ekstrinsik dan pemenuhan pendapatan.
Dimana faktor intrinsik merupakan faktor yang berasal dari dalam diri karyawan, faktor ekstrinsik merupakan faktor yang berasal dari luar diri karyawan, pemenuhan pendapatan yaitu terciptanya kepuasan kerja karena adanya kesesuaian imbalan terhadap hasil kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk dapat menghasilkan suatu perbaikan dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan.
Dalam penelitian ini sarana yang digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dengan responden adalah kuesioner kesepahaman dan kuesioner tertutup. Kuesioner kesepahaman disebarkan sebanyak 5 eksemplar yang terdiri atas 33 variabel dan kuesioner tertutup sebanyak 40 eksemplar terdiri atas 33 variabel. Penelitian ini menggunakan perhitungan validitas, reliabilitas. Setelah data yang diperoleh valid maka dilakukan perhitungan regresi yang bertujuan untuk melihat hubungan antara tingkat kepuasan kerja (kenyataan) dengan tingkat kepentingan (harapan), korelasi untuk mengetahui kuatnya hubungan kedua variabel. Korelasi yang paling tinggi terdapat pada variabel pemenuhan pendapatan sebesar 0.79 hal ini menunjukkan tingkat kepuasan kerja (kenyataan) dengan tingkat kepentingan (harapan) yang diinginkan karyawan sangat kuat. Dan analisis pemecahan masalah menggunakan diagram kartesius dengan bantuan aplikasi SPSS 13. Diagram kartesius ini digunakan untuk mengatahui posisi indiktor –indikator variabel kepuasan kerja. Dari posisi indiktor –indikator variabel kepuasan kerja dapat kita lihat variabel mana saja yang menjadi prioritas utama yang perlu ditingkatkan baik oleh karyawan maupun perusahaan agar diperoleh kepuasan kerja yang otimal.
Skripsi T Informatika Penentuan Jumlah Teller Optimum Dengan Menggunakan Teknik Simulasi ProModel di PT Bank Sumut Cabang Utama Medan
Download Kumpulan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Penentuan Jumlah Teller Optimum Dengan Menggunakan Teknik Simulasi ProModel di PT Bank Sumut Cabang Utama Medan. Sistem antrian yang diterapkan pada PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan menerapkan sistem antrian FIFO / FCFS (First Come First Serve.
Pada PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan terdapat sepuluh teller atau server yang bertugas melayani pelanggan. Setiap pelanggan yang datang wajib mengambil nomor antrian kemudian menunggu untuk dipanggil oleh teller yang kosong dan kemudian melakukan transaksi. Teller yang telah selesai melayani satu pelanggan kemudian menekan tombol agar antrian berikutnya dapat masuk ke unit pelayanannya.
Penggunaan model antrian dapat membantu pihak PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan dalam menentukan jumlah teller yang optimum agar proses transaksi dapat berjalan secara optimal. Sehingga pada akhirnya masalah antrian tersebut dapat dikurangi atau bahkan dicegah sehingga nasabah tidak dirugikan dan pihak perbankan dapat memberikan pelayanan yang optimal. Dalam menentukan jumlah Teller optimum digunakan metode simulasi dengan bantuan software ProModel. Analisis sistem antrian dilakukan dengan teknik simulasi.
Parameter yang digunakan dalam menjalankan simulasi adalah waktu antar kedatangan pelanggan dan lama waktu pelayanan. Simulasi ini menggunakan ProModel dan dijalankan sengan waktu siklus selama 8 jam dengan replikasi sebanyak 10 kali kemudian dilakukan verifikasi. Dari hasil analisis data yang dilakukan, dengan menggunakan 10 stasiun pelayanan diketahui waktu menunggu rata-rata seorang nasabah dari hari senin hingga jumat sebesar 2,96 menit, 1,86 menit, 0,67 menit, 1,77 menit dan 1,49 menit dalam sistem.
Sedangkan dengan menggunakan 9 stasiun pelayanan diketahui waktu menunggu rata-rata seorang nasabah dari hari senin hingga jumat sebesar 12,57 menit, 7,28 menit, 2,41 menit, 8,36 menit dan 5,29 menit dalam sistem. Berdasarkan model aspirasi, waktu menunggu maksimal dalam antrian yang dikehendaki oleh perusahaan yaitu tidak lebih dari 5 menit.
Sehingga penggunaan 9 stasiun pelayanan dapat digunakan pada hari rabu karena waktu menunggu rata – rata pelanggan masih berada dibawah 5 menit. Teller pada stasiun pelayanan yang tidak bekerja di hari rabu dapat di tugaskan untuk membantu bagian lain diluar stasiun pelayanan. Selain hari rabu penggunaan 10 stasiun pelayanan sudah efektif digunakan berdasarkan waktu menunggu rata – rata pelanggan.
Pada PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan terdapat sepuluh teller atau server yang bertugas melayani pelanggan. Setiap pelanggan yang datang wajib mengambil nomor antrian kemudian menunggu untuk dipanggil oleh teller yang kosong dan kemudian melakukan transaksi. Teller yang telah selesai melayani satu pelanggan kemudian menekan tombol agar antrian berikutnya dapat masuk ke unit pelayanannya.
Penggunaan model antrian dapat membantu pihak PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan dalam menentukan jumlah teller yang optimum agar proses transaksi dapat berjalan secara optimal. Sehingga pada akhirnya masalah antrian tersebut dapat dikurangi atau bahkan dicegah sehingga nasabah tidak dirugikan dan pihak perbankan dapat memberikan pelayanan yang optimal. Dalam menentukan jumlah Teller optimum digunakan metode simulasi dengan bantuan software ProModel. Analisis sistem antrian dilakukan dengan teknik simulasi.
Parameter yang digunakan dalam menjalankan simulasi adalah waktu antar kedatangan pelanggan dan lama waktu pelayanan. Simulasi ini menggunakan ProModel dan dijalankan sengan waktu siklus selama 8 jam dengan replikasi sebanyak 10 kali kemudian dilakukan verifikasi. Dari hasil analisis data yang dilakukan, dengan menggunakan 10 stasiun pelayanan diketahui waktu menunggu rata-rata seorang nasabah dari hari senin hingga jumat sebesar 2,96 menit, 1,86 menit, 0,67 menit, 1,77 menit dan 1,49 menit dalam sistem.
Sedangkan dengan menggunakan 9 stasiun pelayanan diketahui waktu menunggu rata-rata seorang nasabah dari hari senin hingga jumat sebesar 12,57 menit, 7,28 menit, 2,41 menit, 8,36 menit dan 5,29 menit dalam sistem. Berdasarkan model aspirasi, waktu menunggu maksimal dalam antrian yang dikehendaki oleh perusahaan yaitu tidak lebih dari 5 menit.
Sehingga penggunaan 9 stasiun pelayanan dapat digunakan pada hari rabu karena waktu menunggu rata – rata pelanggan masih berada dibawah 5 menit. Teller pada stasiun pelayanan yang tidak bekerja di hari rabu dapat di tugaskan untuk membantu bagian lain diluar stasiun pelayanan. Selain hari rabu penggunaan 10 stasiun pelayanan sudah efektif digunakan berdasarkan waktu menunggu rata – rata pelanggan.
Skripsi T Informatika Analisis Sistem Antrian Pada Bagian Teller di PT. Bank Sumut Cabang Iskandar Muda, Medan
Download Kumpulan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Analisis Sistem Antrian Pada Bagian Teller di PT. Bank Sumut Cabang Iskandar Muda, Medan. PT. Bank SUMUT Cabang Iskandar Muda Medan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Perusahaan ini salah satu bank yang muncul akibat perkembangan teknologi.
Bank Sumut berusaha terus untuk menjaga kenyamanan yang diberikan bagi nasabahnya dan berusaha untuk bertahan dalam persaingan yang sangat ketat dengan bank yang lain. Banyak hal yang telah dilakukan oleh pihak Bank Sumut untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi nasabahnya seperti memberlakukan pelayanan yang pertama datang dan pertama dilayani (First In First Out).
Nasabah yang datang sangat banyak setiap harinya dan harus dilayani. Rata-rata jumlah nasabah yang datang dalam waktu 5 menit berjumlah 19 orang, ini adalah jumlah yang sangat besar. Sedangkan rata-rata waktu pelayanan yang diberikan adalah 0,5 menit untuk setiap nasabah. Hal tersebut menyebabkan nasabah harus menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan dari pihak PT. Bank Sumut, inilah penyebab terjadinya antrian.
Sedangkan antrian paling panjang terjadi pada hari Senin dan Jumat mulai dari pagi hingga sore hari. Jenis penelitian ini adalah penelitian dasar, yaitu suatu penelitian yang bertujuan melakukan pencarian terhadap sesuatu karena ada perhatian keingintahuan terhadap hasil suatu aktifitas. Penelitian ini bertujuan menyelesaikan permasalahan penyebab terjadinya antrian pada PT. Bank Sumut cabang Iskandar Muda Medan.
Penelitian ini dilakukan di PT. Bank Sumut Tbk, Cabang Iskandar Muda Medan. Metode yang digunakan dalam penentuan lokasi penelitian adalah metode purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan 2 cara yaitu, dengan melakukan pengumpulan data primer yaitu merupakan data yang diperoleh berdasarkan pengamatan langsung ke lapangan, seperti : Jumlah nasabah yang mengantri setiap hari, Waktu nasabah mulai mengantri dan Lamanya pelayanan yang diberikan teller kepada nasabah. Dan data sekunder yaitu Merupakan data yang diperoleh tidak secara langsung dari pengukuran di lapangan, meliputi: Studi literatur/studi kepustakaan teori-teori yang berhubungan dengan penelitian, Data yang diperoleh dari pihak perusahaan yaitu struktur organisasi dan manajemen perusahaan. Dengan sistem pelayanan FCFS (First Come, First Server), yang pertama datang menerima pelayanan pertama. Perhitungan yang digunakan dalam metode ini adalah Jumlah pelanggan rata-rata dalam sistem, Waktu rata-rata pelanggan dalam antrian, Jumlah rata-rata pelanggan menunggu dalam sistem antrian, Waktu rata-rata pelanggan menunggu dalam sistem, Tingkat kesibukan sistem dan Probabilitas terdapat 0 unit dalam sistem. Jumlah Teller dan Constumer Service optimal dengan tingkat aspirasi masing-masing sebanyak 3 buah.
Bank Sumut berusaha terus untuk menjaga kenyamanan yang diberikan bagi nasabahnya dan berusaha untuk bertahan dalam persaingan yang sangat ketat dengan bank yang lain. Banyak hal yang telah dilakukan oleh pihak Bank Sumut untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi nasabahnya seperti memberlakukan pelayanan yang pertama datang dan pertama dilayani (First In First Out).
Nasabah yang datang sangat banyak setiap harinya dan harus dilayani. Rata-rata jumlah nasabah yang datang dalam waktu 5 menit berjumlah 19 orang, ini adalah jumlah yang sangat besar. Sedangkan rata-rata waktu pelayanan yang diberikan adalah 0,5 menit untuk setiap nasabah. Hal tersebut menyebabkan nasabah harus menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan dari pihak PT. Bank Sumut, inilah penyebab terjadinya antrian.
Sedangkan antrian paling panjang terjadi pada hari Senin dan Jumat mulai dari pagi hingga sore hari. Jenis penelitian ini adalah penelitian dasar, yaitu suatu penelitian yang bertujuan melakukan pencarian terhadap sesuatu karena ada perhatian keingintahuan terhadap hasil suatu aktifitas. Penelitian ini bertujuan menyelesaikan permasalahan penyebab terjadinya antrian pada PT. Bank Sumut cabang Iskandar Muda Medan.
Penelitian ini dilakukan di PT. Bank Sumut Tbk, Cabang Iskandar Muda Medan. Metode yang digunakan dalam penentuan lokasi penelitian adalah metode purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan 2 cara yaitu, dengan melakukan pengumpulan data primer yaitu merupakan data yang diperoleh berdasarkan pengamatan langsung ke lapangan, seperti : Jumlah nasabah yang mengantri setiap hari, Waktu nasabah mulai mengantri dan Lamanya pelayanan yang diberikan teller kepada nasabah. Dan data sekunder yaitu Merupakan data yang diperoleh tidak secara langsung dari pengukuran di lapangan, meliputi: Studi literatur/studi kepustakaan teori-teori yang berhubungan dengan penelitian, Data yang diperoleh dari pihak perusahaan yaitu struktur organisasi dan manajemen perusahaan. Dengan sistem pelayanan FCFS (First Come, First Server), yang pertama datang menerima pelayanan pertama. Perhitungan yang digunakan dalam metode ini adalah Jumlah pelanggan rata-rata dalam sistem, Waktu rata-rata pelanggan dalam antrian, Jumlah rata-rata pelanggan menunggu dalam sistem antrian, Waktu rata-rata pelanggan menunggu dalam sistem, Tingkat kesibukan sistem dan Probabilitas terdapat 0 unit dalam sistem. Jumlah Teller dan Constumer Service optimal dengan tingkat aspirasi masing-masing sebanyak 3 buah.
Langganan:
Postingan (Atom)
