Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Studi Implementasi Preventive Maintenance Pada PT. Intan Suar Kartika Dengan Metode Reliability Centered Maintenance. PT. Intan Suar Kartika merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di dalam industri yang memproduksi paku dan kawat. Sistem perawatan mesin yang diterapkan pada perusahaan masih bersifat corrective maintenance sehingga aktivitas produksi sering mengalami hambatan karena mesin-mesin produksi tidak dapat berfungsi.
Besarnya tingkat kegagalan beroperasi (breakdown) yang dihasilkan oleh mesin produksi paku yaitu rata-rata 40% setiap bulannya mengakibatkan downtime yang ujung-ujungnya menurunkan produktivitas perusahaan, oleh karenanya diperlukan sebuah sistem perencanaan perawatan yang bersifat preventive agar menghasilkan availability (ketersediaan) mesin yang optimal. Berdasarkan kondisi tersebut, maka dalam penelitian ini akan dilakukan pengembangan kegiatan perawatan berdasarkan metode Reliability Centered Maintenance.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang kegiatan perawatan preventive dengan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) dan mengkaji penerapan rancangan perawatan preventive yang dirancang untuk menggantikan sistem perawatan corrective yang diterapkan perusahaan selama ini, agar dapat meningkatkan availability mesin sehingga meningkatkan jumlah produksi dan produktivitas perusahaan juga akan ikut meningkat. Penelitian diawali dengan identifikasi sistem perawatan mesin sekarang menggunakan cause and effect diagram, kemudian dilakukan perancangan kegiatan perawatan dengan mengikuti langkah-langkah dalam metode Reliability Centered Maintenance.
Dari pengolahan data dan pembahasan yang dilakukan diperoleh komponen yang paling kritis adalah bearing, dies, cutter, dan hammer. Kegagalan komponen pada sistem produksi paku yang termasuk dalam kategori safety problem sebesar 6.67% dan sebagian besar (mencapai 93.33%) komponen sistem produksi paku berada dalam kategori outage problem. Pemilihan tindakan berdasarkan kondisi (CD) sebesar 73.33% dan untuk kategori berdasarkan waktu (TD) sebesar 26.67%. Dari total minimum downtime diperoleh interval untuk komponen bearing adalah 30 hari, untuk komponen dies 11 hari, untuk komponen hammer 13 hari, dan untuk komponen cutter 12 hari.
Untuk komponen yang berdasarkan tindakan (CD) akan dirancang kegiatan perawatan yang bersifat daily preventive, weekly preventive, dan monthly preventive. Untuk kategori berdasarkan waktu (TD) akan dirancang kalendar jadwal perawatan untuk tahun 2011 berdasarkan interval pergantian komponen yang diperoleh sebelumnya. Rancangan jadwal perawatan memberikan penurunan nilai downtime sebesar 29.32% untuk komponen bearing tarik kawat, 40.32% untuk bearing pembuatan paku, 24.79% untuk dies, 36.62% untuk hammer, dan 35.95% untuk cutter.
Jumat, 13 September 2013
Skripsi T Industri Usulan Perbaikan Proses Produksi Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Di PT. Sarana Panen Perkasa
Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Usulan Perbaikan Proses Produksi Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Di PT. Sarana Panen Perkasa. Tingkat persaingan di dunia usaha yang semakin tinggi menuntut setiap perusahaan berperan sebagai penghasil nilai (value creator), dengan memperbaiki performansinya secara terus menerus melalui peningkatan produktivitas.
Lean adalah suatu upaya terus-menerus untuk menghilangkan pemborosan (waste) dan meningkatkan nilai tambah (value added) produk atau jasa agar memberikan nilai kepada pelanggan . Lean Manufacturing adalah sebuah pendekatan yang sistematis untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi pemborosan (waste). Pemborosan (waste) dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang menambah waktu dan biaya pembuatan sebuah produk namun tidak menambah nilai pada produk mulai dari proses transformasi input menjadi output oleh karena itu perlu dieliminasi. Menurut Liker (2006) Toyota terdapat 7 jenis pemborosan (waste) yaitu overproduction, transportation, inventory, overprocessing, motion, waiting dan defect. Seluruh kegiatan tersebut merupakan pemborosan (waste) yang dapat memperpanjang production lead time.
Lean adalah suatu upaya terus-menerus untuk menghilangkan pemborosan (waste) dan meningkatkan nilai tambah (value added) produk atau jasa agar memberikan nilai kepada pelanggan . Lean Manufacturing adalah sebuah pendekatan yang sistematis untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi pemborosan (waste). Pemborosan (waste) dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang menambah waktu dan biaya pembuatan sebuah produk namun tidak menambah nilai pada produk mulai dari proses transformasi input menjadi output oleh karena itu perlu dieliminasi. Menurut Liker (2006) Toyota terdapat 7 jenis pemborosan (waste) yaitu overproduction, transportation, inventory, overprocessing, motion, waiting dan defect. Seluruh kegiatan tersebut merupakan pemborosan (waste) yang dapat memperpanjang production lead time.
Skripsi T Industri Penentuan Nilai Produktivitas Relatif Tiap Kantor Layanan Dari PT Bank XXXX Dengan Metode Data Envelopment Analysis (DEA)
Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Penentuan Nilai Produktivitas Relatif Tiap Kantor Layanan Dari PT Bank XXXX Dengan Metode Data Envelopment Analysis (DEA). Usaha perhimpunan dana masyarakat merupakan salah satu kegiatan operasional bank yang senantiasa dilakukan PT. Bank XXXX untuk dapat menjadi Bank kebanggaan nasional yang unggul, terkemuka dan terdepan dalam kinerja. Namun, permasalahan yang ada pada saat ini, PT. Bank XXXX belum dapat mencapai visinya sebab pihak perusahaan itu sendiri masih menduduki urutan keempat dalam hal pengumpulan dana pihak ketiga. PT Bank XXXX menargetkan pertumbuhan pengumpulan dana pihak ketiga (tabungan, giro, dan deposito) sebesar 30% pada tahun 2010 namun pada kenyataannya PT Bank XXXX Cabang X masih mencapai target 26 % pada tahun 2010.
Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan nilai produktivitas relatif tiap kantor layanan dari PT Bank XXXX dengan metode Data Envelopment Analysis (DEA) dan kantor layanan yang sudah efisien dapat dijadikan acuan perbaikan bagi kantor layanan yang belum efisien dan memberikan usulan penetapan target produktivitas tiap kantor layanan yang inefisien. Dalam penelitian ini, dilakukan pengukuran produktivitas relatif dengan menggunakan metode data envelopment analysis (DEA) dengan model Cooper And Rhodes (CCR) dan Banker, Charnes And Cooper (BCC).
Metode ini menggunakan dua input dan dua output dalam menentukan nilai produktivitas relatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efisiensi dengan model CRS menghasilkan 2 kantor layanan yang efisien pada tahun 2009 dan 3 kantor layanan yang efisien pada tahun 2010 sedangkan perhitungan dengan model BCC menghasilkan 6 kantor layanan yang efisien pada tahun 2009 dan 5 kantor layanan yang efisien pada tahun 2010. Analisis dengan model Banker, Charnes And Cooper (BCC) pada tahun 2009 dan 2010 menunjukkan bahwa kantor layanan C, dan I, dapat dijadikan acuan perbaikan bagi kantor layanan yang belum efisien. Bagi Kantor layanan yang belum efisien diusulkan untuk mengurangi atau menambah jumlah input dan output sesuai dengan target perolehan untuk memperoleh nilai produktivitas relatif yang efisien.
Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan nilai produktivitas relatif tiap kantor layanan dari PT Bank XXXX dengan metode Data Envelopment Analysis (DEA) dan kantor layanan yang sudah efisien dapat dijadikan acuan perbaikan bagi kantor layanan yang belum efisien dan memberikan usulan penetapan target produktivitas tiap kantor layanan yang inefisien. Dalam penelitian ini, dilakukan pengukuran produktivitas relatif dengan menggunakan metode data envelopment analysis (DEA) dengan model Cooper And Rhodes (CCR) dan Banker, Charnes And Cooper (BCC).
Metode ini menggunakan dua input dan dua output dalam menentukan nilai produktivitas relatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efisiensi dengan model CRS menghasilkan 2 kantor layanan yang efisien pada tahun 2009 dan 3 kantor layanan yang efisien pada tahun 2010 sedangkan perhitungan dengan model BCC menghasilkan 6 kantor layanan yang efisien pada tahun 2009 dan 5 kantor layanan yang efisien pada tahun 2010. Analisis dengan model Banker, Charnes And Cooper (BCC) pada tahun 2009 dan 2010 menunjukkan bahwa kantor layanan C, dan I, dapat dijadikan acuan perbaikan bagi kantor layanan yang belum efisien. Bagi Kantor layanan yang belum efisien diusulkan untuk mengurangi atau menambah jumlah input dan output sesuai dengan target perolehan untuk memperoleh nilai produktivitas relatif yang efisien.
Skripsi T Industri Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg per Jam
Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. Perkembangan teknologi telah banyak membantu umat manusia dalam memudahkan melakukan pekerjaan yang dihadapi sehingga diperoleh efesiensi kerja yang tinggi.
Adanya penemuan baru di bidang teknologi adalah salah satu bukti bahwa kebutuhan umat manusia selalu bertambah dari waktu ke waktu di samping untuk memenuhi kebutuhan manusia munculnya penemuan baru dilatar belakangi oleh penggunaan tenaga manusia yang terbatas seperti halnya dalam penanganan proses pembentukan dari pengiris ubi yang selama ini masih dilakukan sangat tradisional. Kebutuhan akan kerupuk di masyarakat kian hari kian meningkat jumlah permintaannya, jenis pengirisan ubi yang beredar di pasar juga semakin banyak macam dan ukurannya.
Adanya penemuan baru di bidang teknologi adalah salah satu bukti bahwa kebutuhan umat manusia selalu bertambah dari waktu ke waktu di samping untuk memenuhi kebutuhan manusia munculnya penemuan baru dilatar belakangi oleh penggunaan tenaga manusia yang terbatas seperti halnya dalam penanganan proses pembentukan dari pengiris ubi yang selama ini masih dilakukan sangat tradisional. Kebutuhan akan kerupuk di masyarakat kian hari kian meningkat jumlah permintaannya, jenis pengirisan ubi yang beredar di pasar juga semakin banyak macam dan ukurannya.
Skripsi T Industri Perancangan Sistem Supply Chain dengan Pendekatan Thinking Process of Theory of Contraint (TOC) di PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Medan
Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Perancangan Sistem Supply Chain dengan Pendekatan Thinking Process of Theory of Contraint (TOC) di PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Medan. PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Medan merupakan salah satu anak perusahaan dari The Coca-Cola Company yang bergerak dalam proses pembotolan dan pendstribusian minuman ringan.
Area pemasaran yang sangat luas menuntut PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Medan harus mampu merencanakan dan mengendalikan persediaan bahan baku dan produk jadi dengan tepat untuk memenuhi permintaan dan stock produk perusahaan. Tetapi dalam pelaksanaan sistem supply chain, perusahaan belum mampu mengintegrasikan aliran informasi antara setiap komponen yang ada dalam penyediaan bahan baku dan barang jadi yang akan dipasarkan.
Penelitian dilakukan untuk merancang metode yang efektif dalam mengoptimalkan kinerja supply chain dengan memusatkan perhatian terhadap faktor-faktor utama penyebab kendala yang terjadi di PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Medan dengan pendekatan proses berpikir Theory of Constraint (TOC).
Berdasarkan hasil observasi diperoleh ada 8 Undesireable Effecs (UDEs) dari bagian sistem supply chain perusahaan. dengan menggunakan Current Reality Tree (CRT), diperoleh ada 3 faktor penyebab 8 masalah tersebut muncul yaitu: peramalan permintaan produk tidak akurat sehingga pelaksaan produksi tidak sesuai perencanaan; penetapan safety stock perusahaan tidak berdasarkan kebutuhan tetapi ditetapkan sama setiap bulan;dan koordinasi antara bagian pemasaran dengan bagian produksi tidak berjalan dengan baik (tidak terkoordinasi).
Untuk mengatasi hal tersebut diberikan 3 solusi penyelesaian antara lain melakukan peramalan permintaan dan safety stock produk, dan merancang sistem informasi logistik di perusahaan. Berdasarkan hasil perhitungan peramalan dan safety stock diperoleh bahwa jumlah safety stock setiap produk tidak sama besar, dan hal ini berbeda dengan perencanaan perusahaan yang memperhitungkan safety stock semua jenis produk dalam jumlah yang sama. Sedangkan sistem informasi logistik yang dibentuk bertujuan untuk membangun integrasi antara semua bagian dalam sistem supply chain di perusahaan secara khusus koordinasi antara bagian pemasaran dengan bagian produksi.
Area pemasaran yang sangat luas menuntut PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Medan harus mampu merencanakan dan mengendalikan persediaan bahan baku dan produk jadi dengan tepat untuk memenuhi permintaan dan stock produk perusahaan. Tetapi dalam pelaksanaan sistem supply chain, perusahaan belum mampu mengintegrasikan aliran informasi antara setiap komponen yang ada dalam penyediaan bahan baku dan barang jadi yang akan dipasarkan.
Penelitian dilakukan untuk merancang metode yang efektif dalam mengoptimalkan kinerja supply chain dengan memusatkan perhatian terhadap faktor-faktor utama penyebab kendala yang terjadi di PT. Coca-Cola Bottling Indonesia Medan dengan pendekatan proses berpikir Theory of Constraint (TOC).
Berdasarkan hasil observasi diperoleh ada 8 Undesireable Effecs (UDEs) dari bagian sistem supply chain perusahaan. dengan menggunakan Current Reality Tree (CRT), diperoleh ada 3 faktor penyebab 8 masalah tersebut muncul yaitu: peramalan permintaan produk tidak akurat sehingga pelaksaan produksi tidak sesuai perencanaan; penetapan safety stock perusahaan tidak berdasarkan kebutuhan tetapi ditetapkan sama setiap bulan;dan koordinasi antara bagian pemasaran dengan bagian produksi tidak berjalan dengan baik (tidak terkoordinasi).
Untuk mengatasi hal tersebut diberikan 3 solusi penyelesaian antara lain melakukan peramalan permintaan dan safety stock produk, dan merancang sistem informasi logistik di perusahaan. Berdasarkan hasil perhitungan peramalan dan safety stock diperoleh bahwa jumlah safety stock setiap produk tidak sama besar, dan hal ini berbeda dengan perencanaan perusahaan yang memperhitungkan safety stock semua jenis produk dalam jumlah yang sama. Sedangkan sistem informasi logistik yang dibentuk bertujuan untuk membangun integrasi antara semua bagian dalam sistem supply chain di perusahaan secara khusus koordinasi antara bagian pemasaran dengan bagian produksi.
Skripsi T Industri Penyeimbangan Lintasan Pada Proses Pembuatan Pintu Dengan Metode Helgeson Birnie, Kilbridge Wester Dan Moodie Young Pada Production Training Centre
Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Penyeimbangan Lintasan Pada Proses Pembuatan Pintu Dengan Metode Helgeson Birnie, Kilbridge Wester Dan Moodie Young Pada Production Training Centre. Membuat sistem produksi yang efisien masih menjadi masalah penting bagi kebanyakan industri manufaktur di Indonesia. Cukup banyak industri yang terpaksa harus menutup usahanya karena tidak mampu mengendalikan beban kerja perusahaan.
Production Training Centre merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi mebel. Production Training Centre mempunyai proses produksi yang masih belum terstruktur secara rapi dan efisien sehingga terjadi pemborosan (waste). Dari hasil pengamatan awal ke Production Training Centre, maka dapat dilihat permasalahan yang ada yaitu pembagian elemen kerja masih belum seimbang sehingga menyebabkan bobot waktu setiap work center berbeda-beda, terdapat penumpukan bahan di beberapa work center karena adanya satu work center yang telah selesai tetapi di work center lain belum selesai dan terdapat keterlambatan order delivery.
Atas dasar permasalahan tersebut, maka dapat diberikan solusi yang mungkin yaitu dilakukan penyeimbangan lintasan perakitan pintu engineer petak 8. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan model penyeimbangan lintasan yang efektif dilaksanakan dalam mengatasi masalah-masalah keterlambatan di Production Training Centre. Data yang diambil dan diperlukan yaitu data proses produksi dan pengukuran waktu proses untuk pembuatan pintu engineer petak 8, data catatan proses dan waktu kerja yang diperoleh, serta data Job kualifikasi. Berdasarkan hasil pengolahan data, dikaji kemungkinan penerapannya sehingga direkomendasi metode Moodie Young dengan Efisiensi yang baik dan Smoothness Index yang terkecil.
Production Training Centre merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi mebel. Production Training Centre mempunyai proses produksi yang masih belum terstruktur secara rapi dan efisien sehingga terjadi pemborosan (waste). Dari hasil pengamatan awal ke Production Training Centre, maka dapat dilihat permasalahan yang ada yaitu pembagian elemen kerja masih belum seimbang sehingga menyebabkan bobot waktu setiap work center berbeda-beda, terdapat penumpukan bahan di beberapa work center karena adanya satu work center yang telah selesai tetapi di work center lain belum selesai dan terdapat keterlambatan order delivery.
Atas dasar permasalahan tersebut, maka dapat diberikan solusi yang mungkin yaitu dilakukan penyeimbangan lintasan perakitan pintu engineer petak 8. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan model penyeimbangan lintasan yang efektif dilaksanakan dalam mengatasi masalah-masalah keterlambatan di Production Training Centre. Data yang diambil dan diperlukan yaitu data proses produksi dan pengukuran waktu proses untuk pembuatan pintu engineer petak 8, data catatan proses dan waktu kerja yang diperoleh, serta data Job kualifikasi. Berdasarkan hasil pengolahan data, dikaji kemungkinan penerapannya sehingga direkomendasi metode Moodie Young dengan Efisiensi yang baik dan Smoothness Index yang terkecil.
Skripsi T Industri Analisa Tingkat Keandalan Suku Cadang Mesin Perebusan (Sterilizer) Pada Pabrik Kelapa Sawit Tanjung Seumantoh Di PT. Perkebunan Nusantara I
Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Analisa Tingkat Keandalan Suku Cadang Mesin Perebusan (Sterilizer) Pada Pabrik Kelapa Sawit Tanjung Seumantoh Di PT. Perkebunan Nusantara I. PT. Perkebunan Nusantara I Tanjung Seumantoh merupakan pabrik kelapa sawit yang bergerak dalam pengolahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menjadi CPO (Crude Palm Oil). Kelancaran proses produksi sangat diperlukan dalam suatu perusahaan demi memperoleh keuntungan sebesar-besarnya.
Kerusakan mesin sterilizer dapat mengganggu kelancaran proses produksi karena mesin ini terletak di awal proses produksi, yang akan menyebabkan kerugian sebab tidak tercapainya target perusahaan. Faktor keandalan perlu diperhatikan dari sistem perawatan, untuk itu perlu dilakukan analisis keandalan dari mesin untuk mengetahui sejauh mana kondisi mesin. Analisis keandalan ini berkaitan erat dengan penentuan kerusakan rata-rata dari komponen mesin.
Objek penelitian dilakukan terhadap mesin perebusan (sterilizer)dan data yang digunakan sepanjang tahun 2008-2009 serta harga pembelian per unit suku cadang. Berdasarkan perhitungan dengan metode ABC ada empat komponen yang kritis dengan jumlah biaya Rp.17.229.000 yaitu : Packing Pintu Sterilizer, Packing Valve Blow Up, Bearing Roda Lori dan Pipa Exhaust yang total nilai penggunaan biaya mencapai 47.17818 %. Hasil analisa dari keempat komponen kritis berdistribusi Weibull. Dan nilai parameter untuk setiap komponen yaitu Packing Pintu Sterilizer β = 6.3501, Packing Valve Blow Up β = 5.5649, Bearing Roda Lori β = 2.7654 dan Pipa Exhaust β = 8.4012 dan berada pada kondisi wear out (β > 1) hal ini menunjukan bahwa laju kerusakan setiap komponen diatas meningkat seiring dengan kenaikan waktu.
Berdasarkan hasil perhitungan fungsi keandalan maka akan diperoleh nilai keandalan dan laju kerusakan yaitu Packing Pintu Sterilizer R(t) = 0.9884 dan h(t) = 0.0035, Packing Valve Blow Up R(t) = 0.9291 dan h(t) = 0.0100, Bearing Roda Lori R(t) = 0.9477 dan h(t) = 0.0093 dan Pipa Exhaust R(t) = 0.7170 dan h(t) = 0.0241 Dari hasil perhitungan dapat ditentukan kerusakan rata-rata komponen per tahunya yaitu Packing Pintu Sterilizer 8 kali kerusakan, Packing Valve Blow Up 6 kali kerusakan, Bearing Roda Lori 8 kali kerusakan dan Pipa Exhaust 3 kali kerusakan.
Kerusakan mesin sterilizer dapat mengganggu kelancaran proses produksi karena mesin ini terletak di awal proses produksi, yang akan menyebabkan kerugian sebab tidak tercapainya target perusahaan. Faktor keandalan perlu diperhatikan dari sistem perawatan, untuk itu perlu dilakukan analisis keandalan dari mesin untuk mengetahui sejauh mana kondisi mesin. Analisis keandalan ini berkaitan erat dengan penentuan kerusakan rata-rata dari komponen mesin.
Objek penelitian dilakukan terhadap mesin perebusan (sterilizer)dan data yang digunakan sepanjang tahun 2008-2009 serta harga pembelian per unit suku cadang. Berdasarkan perhitungan dengan metode ABC ada empat komponen yang kritis dengan jumlah biaya Rp.17.229.000 yaitu : Packing Pintu Sterilizer, Packing Valve Blow Up, Bearing Roda Lori dan Pipa Exhaust yang total nilai penggunaan biaya mencapai 47.17818 %. Hasil analisa dari keempat komponen kritis berdistribusi Weibull. Dan nilai parameter untuk setiap komponen yaitu Packing Pintu Sterilizer β = 6.3501, Packing Valve Blow Up β = 5.5649, Bearing Roda Lori β = 2.7654 dan Pipa Exhaust β = 8.4012 dan berada pada kondisi wear out (β > 1) hal ini menunjukan bahwa laju kerusakan setiap komponen diatas meningkat seiring dengan kenaikan waktu.
Berdasarkan hasil perhitungan fungsi keandalan maka akan diperoleh nilai keandalan dan laju kerusakan yaitu Packing Pintu Sterilizer R(t) = 0.9884 dan h(t) = 0.0035, Packing Valve Blow Up R(t) = 0.9291 dan h(t) = 0.0100, Bearing Roda Lori R(t) = 0.9477 dan h(t) = 0.0093 dan Pipa Exhaust R(t) = 0.7170 dan h(t) = 0.0241 Dari hasil perhitungan dapat ditentukan kerusakan rata-rata komponen per tahunya yaitu Packing Pintu Sterilizer 8 kali kerusakan, Packing Valve Blow Up 6 kali kerusakan, Bearing Roda Lori 8 kali kerusakan dan Pipa Exhaust 3 kali kerusakan.
Langganan:
Postingan (Atom)
