Download Kumpulan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Perencanaan Kebutuhan Kapasitas Untuk Memaksimisasi Utilitas pada Industri Pengolahan Plywood PT. Tjipta Rimba Djaja. PT. Tjipta Rimba Djaja adalah salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang produksi kayu terutama beragam jenis kayu lapis (plywood) mulai dari yang berlapis tiga, lima dan tujuh. Dalam strategi produksinya, perusahaan menerapkan sistem make to stock.
Pada bulan Oktober Juli 2011, perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan, dimana jumlah produksi adalah 1.876 m3 sedangkan jumlah permintaan adalah 1.913 m3. Ketidakmampuan perusahaan tersebut disebabkan oleh adanya ketidaklancaran produksi, yaitu terdapat stasiun kerja menganggur akibat perbedaan kapasitas antara stasiun kerja rotary (stasiun kerja II) dengan stasiun kerja dryer (stasiun kerja III). Stasiun kerja rotary memiliki kapasitas 16 m3/jam sedangkan stasiun kerja dryer memiliki kapasitas 10 m3/jam. Ketidaklancaran produksi ini juga menandakan rendahnya utilitas pada stasiun kerja.
Oleh karena itu penyelesaian yang dilakukan untuk mengatasi ketidaklancaran tersebut adalah dengan melakukan perencanaan kapasitas yang dapat memaksimisasi utilitas. Dari hasil pengolahan yang dilakukan, didapatkan bahwa ketersediaan kapasitas work centre III pada beberapa periode (Oktober – Desember 2011, Februari, April, Juni, Agustus dan September 2012) tidak mencukupi yaitu dibawah kapasitas yang dibutuhkan.
Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan beberapa alternatif untuk mengatasinya, yaitu dengan re-adjusment jumlah grup produk, penyiapan buffer pada WC III dan penambahan mesin. Dengan penambahan mesin kapasitas WC III meningkat 6 m3/ jam. Untuk work centre yang lainnya didapati bahwa ketersediaan kapasitas melebihi kapasitas yang dibutuhkan sehingga diperlukan pengaturan yaitu dengan mengurangi jam kerja sebesar 2 jam yang bertujuan untuk mengurangi biaya produksi dan juga dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja. Setelah dilakukan pengaturan kapasitas, maka utilitas dari stasiun kerja meningkat.
Minggu, 25 Agustus 2013
Skripsi T Industri Pengukuran Human Capital Dengan Menggunakan Metode Human Capital Return On Investment di PT.Pos Indonesia
Download Kumpulan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Pengukuran Human Capital Dengan Menggunakan Metode Human Capital Return On Investment di PT.Pos Indonesia. PT. Pos Indonesia merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Jenis layanan yang diselenggarakan oleh PT. Pos Indonesia dibagi dalam beberapa bisnis yaitu bisnis komunikasi, bisnis logistik, bisnis keuangan, bisnis keagenan,dan bisnis filateli. Perusahaan ini berlokasi di Jalan Pos No. 1 Medan Sumatera Utara.
PT. Pos Indonesia belum mengukur pengembalian investasi dari sumber daya manusia atas biaya yang telah dikeluarkan padahal unsur manusia merupakan faktor yang sangat penting untuk mengembangkan perusahaan. Dari data historis keuangan, PT. Pos Indonesia setiap tahunnya mengeluarkan biaya untuk pengelolaan SDM tidak pernah mengukur tingkat pengembalian yang diberikan dari sumber daya manusia perusahaan.
Human Capital menunjukkan manusia bukan sekedar sumber daya namun merupakan modal (capital) yang menghasilkan pengembalian (return) dan setiap pengeluaran yang dilakukan dalam rangka mengembangkan kualitas dan kuantitas modal tersebut merupakan kegiatan investasi. Hasil HCROI pada tahun 2008 sebesar 280%, tahun 2009 sebesar 289%, tahun 2010 sebesar 295 %. Dari hasil yang didapat program pengembangan SDM memberikan hasil yang sukses dan efektif karena nilai investasi kembali.
Hasil perhitungan HCVA pada tahun 2008 sebesar Rp. 1,59. Hal ini menunjukkan bahwa Rp.1 yang diinvestasikan dalam human capital akan memberikan kontribusi ke perusahaan sebesar Rp. 1,59. Hasil perhitungan HCVA pada tahun 2009 sebesar Rp. 1,68. Hal ini menunjukkan bahwa Rp.1 yang diinvestasikan dalam human capital akan memberikan kontribusi ke perusahaan sebesar Rp. 1,68. Hasil perhitungan HCVA pada tahun 2010 sebesar Rp. 1,74. Hal ini menunjukkan bahwa Rp.1 yang diinvestasikan dalam human capital akan memberikan kontribusi ke perusahaan sebesar Rp. 1,74.
PT. Pos Indonesia belum mengukur pengembalian investasi dari sumber daya manusia atas biaya yang telah dikeluarkan padahal unsur manusia merupakan faktor yang sangat penting untuk mengembangkan perusahaan. Dari data historis keuangan, PT. Pos Indonesia setiap tahunnya mengeluarkan biaya untuk pengelolaan SDM tidak pernah mengukur tingkat pengembalian yang diberikan dari sumber daya manusia perusahaan.
Human Capital menunjukkan manusia bukan sekedar sumber daya namun merupakan modal (capital) yang menghasilkan pengembalian (return) dan setiap pengeluaran yang dilakukan dalam rangka mengembangkan kualitas dan kuantitas modal tersebut merupakan kegiatan investasi. Hasil HCROI pada tahun 2008 sebesar 280%, tahun 2009 sebesar 289%, tahun 2010 sebesar 295 %. Dari hasil yang didapat program pengembangan SDM memberikan hasil yang sukses dan efektif karena nilai investasi kembali.
Hasil perhitungan HCVA pada tahun 2008 sebesar Rp. 1,59. Hal ini menunjukkan bahwa Rp.1 yang diinvestasikan dalam human capital akan memberikan kontribusi ke perusahaan sebesar Rp. 1,59. Hasil perhitungan HCVA pada tahun 2009 sebesar Rp. 1,68. Hal ini menunjukkan bahwa Rp.1 yang diinvestasikan dalam human capital akan memberikan kontribusi ke perusahaan sebesar Rp. 1,68. Hasil perhitungan HCVA pada tahun 2010 sebesar Rp. 1,74. Hal ini menunjukkan bahwa Rp.1 yang diinvestasikan dalam human capital akan memberikan kontribusi ke perusahaan sebesar Rp. 1,74.
Skripsi T Industri Studi Pengendalian Mutu dengan Menggunakan Pendekatan Lean Six Sigma di Unit Percetakan PD Aneka dan Jasa Sumetera Utara
Download Kumpulan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Studi Pengendalian Mutu dengan Menggunakan Pendekatan Lean Six Sigma di Unit Percetakan PD Aneka dan Jasa Sumetera Utara. Pada era globalisasi, persaingan semakin ketat sehingga pelaku industri harus dapat unggul dalam pasar. PD Aneka Industri dan Jasa merupakan perusahaan daerah yang begerak dalam bidang percetakan.
Pada proses produksi formulir terdapat pemborosan berupa produk setengah jadi yang cacat (defect) akibat kesalahan proses pencetakan dan pemotongan. Studi pengendalian mutu sangat penting karena jika hal ini dibiarkan dapat meningkatkan waktu produksi (lead time), biaya produksi, serta mengurangi hasil produk jadi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi pemborosan (waste) dan menghilangkan kegiatan yang tidak bernilai tambah (non value added) pada proses produksi sehingga dapat meningkatkan kualitas proses produksi. Untuk mencapai tujuan tersebut maka digunakan pendekatan Lean Six Sigma yang merupakan kombinasi antara konsep Lean dan Six Sigma yang menitikberatkan kepada pengurangan lead time dan kecacatan pada proses produksi.
Pada studi ini, digunakan pendekatan Lean Six Sigma dengan metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) yang menunjukkan process cycle efficiency sebesar 50,77%. Proses produksi formulir terdiri atas 16 kegiatan produksi terdiri dari 11 kegiatan tidak bernilai tambah (non value-added) baik dari segi bisnis maupun pelanggan dan 5 kegiatan bernilai tambah (value-added). Kinerja kualitas pada saat ini untuk tahap inspeksi I dan II masing-masing sebesar 2,61 σ dan 2,34 σ.
Usulan perbaikan yang diberikan yaitu penerapan prosedur kerja pada bagian pemotongan dan bagian pencetakan, serta penerapan metode 5S yaitu pemilahan, penataan, pembersihan, konsistensi, dan disiplin diri. Selain itu, juga diusulkan peningkatan pertukaran informasi dan eliminasi dua kegiatan non value-added yaitu proses menunggu untuk dikemas (WIP) dan pemindahan ke proses pengepakan sehingga proses produksi menjadi 14 kegiatan dengan kinerja yang lebih baik.
Pada proses produksi formulir terdapat pemborosan berupa produk setengah jadi yang cacat (defect) akibat kesalahan proses pencetakan dan pemotongan. Studi pengendalian mutu sangat penting karena jika hal ini dibiarkan dapat meningkatkan waktu produksi (lead time), biaya produksi, serta mengurangi hasil produk jadi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi pemborosan (waste) dan menghilangkan kegiatan yang tidak bernilai tambah (non value added) pada proses produksi sehingga dapat meningkatkan kualitas proses produksi. Untuk mencapai tujuan tersebut maka digunakan pendekatan Lean Six Sigma yang merupakan kombinasi antara konsep Lean dan Six Sigma yang menitikberatkan kepada pengurangan lead time dan kecacatan pada proses produksi.
Pada studi ini, digunakan pendekatan Lean Six Sigma dengan metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) yang menunjukkan process cycle efficiency sebesar 50,77%. Proses produksi formulir terdiri atas 16 kegiatan produksi terdiri dari 11 kegiatan tidak bernilai tambah (non value-added) baik dari segi bisnis maupun pelanggan dan 5 kegiatan bernilai tambah (value-added). Kinerja kualitas pada saat ini untuk tahap inspeksi I dan II masing-masing sebesar 2,61 σ dan 2,34 σ.
Usulan perbaikan yang diberikan yaitu penerapan prosedur kerja pada bagian pemotongan dan bagian pencetakan, serta penerapan metode 5S yaitu pemilahan, penataan, pembersihan, konsistensi, dan disiplin diri. Selain itu, juga diusulkan peningkatan pertukaran informasi dan eliminasi dua kegiatan non value-added yaitu proses menunggu untuk dikemas (WIP) dan pemindahan ke proses pengepakan sehingga proses produksi menjadi 14 kegiatan dengan kinerja yang lebih baik.
Skripsi T Industri Perancangan Sistem Informasi Akademik dengan Metode Prototyping
Download Kumpulan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Perancangan Sistem Informasi Akademik dengan Metode Prototyping. Peningkatan jumlah mahasiswa tanpa diikuti dengan pertambahan jumlah staf administrasi Departemen Teknik Industri menyebabkan terjadinya peningkatan beban kerja staf administrasi. Saat ini sistem informasi yang digunakan oleh Departemen Teknik industri masih menggunakan sistem informasi konvensional.
Sistem informasi konvensional mengharuskan mahasiswa yang membutuhkan informasi akademik untuk datang langsung ke bagian administrasi Teknik Industri. Sistem informasi ini menimbulkan beberapa masalah, antar lain staf administrasi tidak efektif dalam bekerja, terjadinya pengulangan pekerjaan yang tidak perlu dalam memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa dan sistem informasi konvensional mempersulit mahasiswa dalam memperoleh informasi akademik yang diinginkan, dalam keadaan tertentu tidak semua mahasiswa dapat mendatangi bagian administrasi untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi akademik yang dapat mempermudah mahasiswa dalam memperoleh informasi akademik dengan cepat, mudah dan praktis. Metode perancangan sistem informasi yang digunakan pada penelitian ini adalah metode prototyping. Proses perancangan sistem informasi akademik ini meliputi proses perancangan web sebagai antar muka dari sistem informasi akademik dengan menggunakan software PHP, perancangan database sistem informasi akademik dengan menggunakan software MySQL, dan perancangan aplikasi SMS Gateway dengan software Gammu.
Data yang digunakan dalam perancangan sistem informasi akademik ini merupakan data sekunder, yaitu data yang diambil berdasarkan catatan-catatan bagian administrasi departemen. Data yang dikumpulkan, digunakan untuk menguji hasil perancangan sistem informasi akademik. H
asil dari perancangan yang dilakukan adalah suatu sistem informasi akademik baru yang memungkinkan mahasiswa dan orang tua mahasiswa dapat memperoleh informasi akademik yang dibutuhkannya dengan cepat, mudah dan praktis melalui perangkat seluler mahasiswa dan orang tua mahasiswa. Beberapa informasi yang dapat diakses melalui sistem informasi ini antara lain: informasi jadwal kuliah, informasi jadwal ujian tengah semester, informasi jadwal ujian akhir semester, informasi nilai ujian akhir semester, dan informasi kalender akademik yang meliputi informasi pembayaran uang kuliah dan informasi pengisian KRS.
Sistem informasi konvensional mengharuskan mahasiswa yang membutuhkan informasi akademik untuk datang langsung ke bagian administrasi Teknik Industri. Sistem informasi ini menimbulkan beberapa masalah, antar lain staf administrasi tidak efektif dalam bekerja, terjadinya pengulangan pekerjaan yang tidak perlu dalam memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa dan sistem informasi konvensional mempersulit mahasiswa dalam memperoleh informasi akademik yang diinginkan, dalam keadaan tertentu tidak semua mahasiswa dapat mendatangi bagian administrasi untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi akademik yang dapat mempermudah mahasiswa dalam memperoleh informasi akademik dengan cepat, mudah dan praktis. Metode perancangan sistem informasi yang digunakan pada penelitian ini adalah metode prototyping. Proses perancangan sistem informasi akademik ini meliputi proses perancangan web sebagai antar muka dari sistem informasi akademik dengan menggunakan software PHP, perancangan database sistem informasi akademik dengan menggunakan software MySQL, dan perancangan aplikasi SMS Gateway dengan software Gammu.
Data yang digunakan dalam perancangan sistem informasi akademik ini merupakan data sekunder, yaitu data yang diambil berdasarkan catatan-catatan bagian administrasi departemen. Data yang dikumpulkan, digunakan untuk menguji hasil perancangan sistem informasi akademik. H
asil dari perancangan yang dilakukan adalah suatu sistem informasi akademik baru yang memungkinkan mahasiswa dan orang tua mahasiswa dapat memperoleh informasi akademik yang dibutuhkannya dengan cepat, mudah dan praktis melalui perangkat seluler mahasiswa dan orang tua mahasiswa. Beberapa informasi yang dapat diakses melalui sistem informasi ini antara lain: informasi jadwal kuliah, informasi jadwal ujian tengah semester, informasi jadwal ujian akhir semester, informasi nilai ujian akhir semester, dan informasi kalender akademik yang meliputi informasi pembayaran uang kuliah dan informasi pengisian KRS.
Skripsi T Industri Perancangan Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System) Terhadap Jadwal Induk Produksi pada Unit Produksi PD. Aneka Industri dan Jasa (PDAIJ) Sumatera Utara
Download Kumpulan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Perancangan Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System) Terhadap Jadwal Induk Produksi pada Unit Produksi PD. Aneka Industri dan Jasa (PDAIJ) Sumatera Utara. PD. Aneka Industri dan Jasa Sumatera Utara merupakan sebuah perusahaan daerah yang bergerak dalam bidang percetakan yang berproduksi berdasarkan pesanan (make-to-order).
Saat pesanan datang, perusahaan selalu menyetujui transaksi tanpa meninjau terlebih dahulu sumber daya yang tersedia. Perusahaan juga mengerjakan pesanan dengan hanya mempertimbangkan kebijakan dari kepala bagian produksi tanpa berdasarkan analisis dan penjadwalan. Cara ini dapat menimbulkan kegagalan perusahaan dalam memenuhi pesanan sesuai dengan batas waktu, di samping kemungkinan harus mengadakan kerja lembur (overtime) pada saat pekerjaan menumpuk.
Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan suatu alat bantu analisis dan penjadwalan untuk mengembangkan sistem pendukung keputusan yang lebih efektif. Alat bantu analisis dan penjadwalan yang dirancang worksheet aplikasi yang diintegrasikan dengan sistem pendukung keputusan. Worksheet aplikasi dirancang dengan Microsoft Excel Macro 2007. Metode pengembangan sistem aplikasi yang digunakan adalah dengan pendekatan SADT (Structured Analysis and Design Technique).
Worksheet aplikasi menyusun Jadwal Induk Produksi (penjadwalan) berdasarkan pada jumlah dan jenis pesanan yang datang dan kemudian menganalisis kapasitas berdasarkan penjadwalan yang dilakukan dengan memperhatikan waktu baku serta kapasitas tersedia pada tiap stasiun kerja.
Hasil integrasi worksheet aplikasi dengan sistem pendukung keputusan ditunjukkan pada pemberian alternatif keputusan terhadap pesanan yang datang, yaitu pesanan dapat dipenuhi dan pesanan tidak dapat dipenuhi. Pengambilan keputusan pemenuhan pesanan pada perusahaan biasanya membutuhkan waktu harian bahkan bulanan tanpa ketepatan waktu, sedangkan dengan menggunakan sistem pendukung keputusan yang dirancang, waktu yang dibutuhkan hanya antara 10 – 15 menit.
Saat pesanan datang, perusahaan selalu menyetujui transaksi tanpa meninjau terlebih dahulu sumber daya yang tersedia. Perusahaan juga mengerjakan pesanan dengan hanya mempertimbangkan kebijakan dari kepala bagian produksi tanpa berdasarkan analisis dan penjadwalan. Cara ini dapat menimbulkan kegagalan perusahaan dalam memenuhi pesanan sesuai dengan batas waktu, di samping kemungkinan harus mengadakan kerja lembur (overtime) pada saat pekerjaan menumpuk.
Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan suatu alat bantu analisis dan penjadwalan untuk mengembangkan sistem pendukung keputusan yang lebih efektif. Alat bantu analisis dan penjadwalan yang dirancang worksheet aplikasi yang diintegrasikan dengan sistem pendukung keputusan. Worksheet aplikasi dirancang dengan Microsoft Excel Macro 2007. Metode pengembangan sistem aplikasi yang digunakan adalah dengan pendekatan SADT (Structured Analysis and Design Technique).
Worksheet aplikasi menyusun Jadwal Induk Produksi (penjadwalan) berdasarkan pada jumlah dan jenis pesanan yang datang dan kemudian menganalisis kapasitas berdasarkan penjadwalan yang dilakukan dengan memperhatikan waktu baku serta kapasitas tersedia pada tiap stasiun kerja.
Hasil integrasi worksheet aplikasi dengan sistem pendukung keputusan ditunjukkan pada pemberian alternatif keputusan terhadap pesanan yang datang, yaitu pesanan dapat dipenuhi dan pesanan tidak dapat dipenuhi. Pengambilan keputusan pemenuhan pesanan pada perusahaan biasanya membutuhkan waktu harian bahkan bulanan tanpa ketepatan waktu, sedangkan dengan menggunakan sistem pendukung keputusan yang dirancang, waktu yang dibutuhkan hanya antara 10 – 15 menit.
Skripsi T Industri Penentuan Rute Distribusi Barang Yang Optimal Menggunakan Algoritma Heuristik Pada PT. Pos Indonesia Medan
Download Kumpulan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Penentuan Rute Distribusi Barang Yang Optimal Menggunakan Algoritma Heuristik Pada PT. Pos Indonesia Medan. PT. Pos Indonesia Medan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa, salah satunya adalah layanan logistik pengiriman barang. Perusahaan melakukan proses pengiriman barang ke pihak penerima (konsumen) melalui Kantor Pos Pemeriksa (Kprk) dan Kantor Pos Cabang Luar Kota (Kpc LK).
Pada bulan Desember 2011, perusahaan melakukan pengiriman barang dengan menggunakan 3 sub rute yang kurang seimbang. Sub rute 1 terdiri dari 3 Kprk yang dikunjungi dengan jarak tempuh 687 km dengan rata-rata utilitas mobil angkut 19,03%, Sub rute 2 terdiri dari 2 Kprk yang dikunjungi dengan jarak tempuh 197 km dengan rata-rata utilitas mobil angkut 22,13%, dan sub rute 3 terdiri dari 6 Kprk yang dikunjungi dengan jarak tempuh 890 km dengan rata-rata utilitas mobil angkut 35,42%. Hal ini mengindikasikan proses pendistribusian barang belum dilakukan dengan optimal.
Dalam penelitian ini, disajikan penentuan rute distribusi dengan menggunakan algoritma heuristik pada jenis layanan paket pos biasa. Melalui metode ini memungkinkan perusahaan menentukan rute distribusi yang optimal dengan mempertimbangkan jarak tempuh perjalanan dan kapasitas alat angkut yang digunakan, sehingga dapat mengoptimalkan proses pengiriman barang dengan penggunaan kapasitas mobil angkut yang lebih maksimal dan biaya distribusi yang lebih minimum.
Dari hasil penelitian yang dilakukan pada proses pengiriman barang diperoleh rute pendistribusian yang lebih baik. Rute distribusi terdiri dari 2 sub rute, dimana sub rute 1 terdiri dari 6 Kprk dengan jarak tempuh 802 km dengan rata-rata utilitas alat angkut 90,90% dan sub rute 2 terdiri dari 5 Kprk dengan jarak tempuh 890 km dengan utilitas alat angkut sebesar 67,75%. Perbaikan yang dilakukan berdampak pada pengurangan biaya distribusi yang dikeluarkan perusahaan dengan pengurangan biaya sebesar Rp. 324.000 atau sebesar 4,45%.
Pada bulan Desember 2011, perusahaan melakukan pengiriman barang dengan menggunakan 3 sub rute yang kurang seimbang. Sub rute 1 terdiri dari 3 Kprk yang dikunjungi dengan jarak tempuh 687 km dengan rata-rata utilitas mobil angkut 19,03%, Sub rute 2 terdiri dari 2 Kprk yang dikunjungi dengan jarak tempuh 197 km dengan rata-rata utilitas mobil angkut 22,13%, dan sub rute 3 terdiri dari 6 Kprk yang dikunjungi dengan jarak tempuh 890 km dengan rata-rata utilitas mobil angkut 35,42%. Hal ini mengindikasikan proses pendistribusian barang belum dilakukan dengan optimal.
Dalam penelitian ini, disajikan penentuan rute distribusi dengan menggunakan algoritma heuristik pada jenis layanan paket pos biasa. Melalui metode ini memungkinkan perusahaan menentukan rute distribusi yang optimal dengan mempertimbangkan jarak tempuh perjalanan dan kapasitas alat angkut yang digunakan, sehingga dapat mengoptimalkan proses pengiriman barang dengan penggunaan kapasitas mobil angkut yang lebih maksimal dan biaya distribusi yang lebih minimum.
Dari hasil penelitian yang dilakukan pada proses pengiriman barang diperoleh rute pendistribusian yang lebih baik. Rute distribusi terdiri dari 2 sub rute, dimana sub rute 1 terdiri dari 6 Kprk dengan jarak tempuh 802 km dengan rata-rata utilitas alat angkut 90,90% dan sub rute 2 terdiri dari 5 Kprk dengan jarak tempuh 890 km dengan utilitas alat angkut sebesar 67,75%. Perbaikan yang dilakukan berdampak pada pengurangan biaya distribusi yang dikeluarkan perusahaan dengan pengurangan biaya sebesar Rp. 324.000 atau sebesar 4,45%.
Skripsi T Industri Kajian Termal Pada Bagian Pengepressan Dengan Menggunakan Metode Indeks PMV (Predicted Mean Vote) di PTP. Nusantara II Kebun Batang Serangan
Download Kumpulan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Kajian Termal Pada Bagian Pengepressan Dengan Menggunakan Metode Indeks PMV (Predicted Mean Vote) di PTP. Nusantara II Kebun Batang Serangan. Penelitian ini dilakukan di PTP. Nusantara II Kebun Batang Serangan dan bertujuan untuk mengkaji keseimbangan panas dan kenyamanan pekerja yang terjadi di lantai produksi bagian pengepressan untuk mencegah loss in work output dan loss in accuracy.
Sifat penelitian ini adalah penelitian korelasional dan metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah non probability sampling, yaitu judgement sampling. Subjek penelitian ini adalah seluruh pekerja yang ada di lantai produksi bagian pengepressan. Nilai temperatur efektif yang diperoleh pada lantai produksi pada setiap titik pengukuran adalah antara 27,19oC sampai dengan 29,40oC, sehingga mengidentifikasikan kondisi ruangan produksi panas tidak nyaman.
Kenaiakan suhu berdampak terhadap kelelahan pekerja. Nilai PMV (Predicted Mean Vote) dan PPD (Predicted Percentage Dissatisfied) menunjukkan nilai yang sesuai dengan hasil kuisioner dimana sensasi yang dirasakan pekerja melebihi batas normal dan kenyamanan pekerja juga perlu penanganan segera.
Beban pendingin yang diperlukan lantai produksi pengepressan adalah 82,23 kW. Untuk minimalisasi biaya digunakan turbin ventilator type L-60WA, Hal ini tidak hanya akan mengurangi nilai PMV dan PPD namun juga nilai temperatur efektif hingga loss in work output dan loss in accuracy mencapai 0% yang berpengaruh positif terhadap produktivitas. Dari penelitian yang dilaksanakan maka saran bagi perusahaan adalah penambahan turbin ventilator type L-60WA sebanyak 2 buah untuk mengurangi beban pendinginan dan meningkatkan kenyamanan bekerja.
Sifat penelitian ini adalah penelitian korelasional dan metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah non probability sampling, yaitu judgement sampling. Subjek penelitian ini adalah seluruh pekerja yang ada di lantai produksi bagian pengepressan. Nilai temperatur efektif yang diperoleh pada lantai produksi pada setiap titik pengukuran adalah antara 27,19oC sampai dengan 29,40oC, sehingga mengidentifikasikan kondisi ruangan produksi panas tidak nyaman.
Kenaiakan suhu berdampak terhadap kelelahan pekerja. Nilai PMV (Predicted Mean Vote) dan PPD (Predicted Percentage Dissatisfied) menunjukkan nilai yang sesuai dengan hasil kuisioner dimana sensasi yang dirasakan pekerja melebihi batas normal dan kenyamanan pekerja juga perlu penanganan segera.
Beban pendingin yang diperlukan lantai produksi pengepressan adalah 82,23 kW. Untuk minimalisasi biaya digunakan turbin ventilator type L-60WA, Hal ini tidak hanya akan mengurangi nilai PMV dan PPD namun juga nilai temperatur efektif hingga loss in work output dan loss in accuracy mencapai 0% yang berpengaruh positif terhadap produktivitas. Dari penelitian yang dilaksanakan maka saran bagi perusahaan adalah penambahan turbin ventilator type L-60WA sebanyak 2 buah untuk mengurangi beban pendinginan dan meningkatkan kenyamanan bekerja.
Langganan:
Postingan (Atom)
