Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Evaluasi Kinerja Karyawan dengan Pendekatan Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA) di PT.Bridgestone Sumatera Rubber Estate. PT. Bridgestone Sumatera Rubber Estate merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan getah karet menghasilkan produk setengah jadi yang disebut crumb rubber atau SIR yang memiliki kualitas produk di pasaran ekspor dunia. Kualitas produk crumb rubber atau SIR yang dihasilkan salah satunya dipengaruhi oleh faktor manajemen sumber daya manusia yakni kinerja karyawan.
Kinerja karyawan yang baik akan mempengaruhi kualitas proses dan hasil produksi. Dengan penilaian kinerja yang tepat, maka produktivitas kinerja karyawan dapat dinilai dan dihargai sesuai dengan usahanya dan insentif yang diterima oleh karyawan sesuai dengan nilai prestasi kinerjanya. Sistem manajemen mutu yang selama ini berjalan di PT. Bridgestone Sumatera Rubber Estate adalah sistem manajemen ISO 9001:2000.
Manajemen kinerja yang dilakukan selama ini belum menjawab seluruh faktor organisasi, serta hasilnya. Kriteria cenderung berfokus perbaikan prosedur, tools, atau teknik. Penilaian kinerja yang dilakukan hanya sebatas penilaian saja tanpa adanya evaluasi penilaian kinerja karyawan secara terus menerus dalam perusahaan untuk mengetahui mengetahui kondisi kinerja perusahaan dan untuk menentukan prioritas perbaikan.
Penilaian kinerja karyawan dengan metode Malcolm Baldrige National Quality Award adalah metode yang tepat untuk menjawab permasalahan itu. Kinerja karyawan dinilai berdasarkan kriteria Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA) dengan menggunakan pendekatan Analitycal Hyerarchi Process sehingga diperoleh urutan priorotas kriteria karyawan yang paling efektif dalam menilai penilaian performansi kerja karyawan.
Hasil penilaian kinerja manajemen sumber daya manusia di PT. Bridgestone Sumatera Rubber Estate hanya sebagian yang memenuhi persyaratan yang ada pada Standar MBNQA 2002. Diantara 6 sub kriteria yang dinilai berdasarkan standar MBNQA 2002 dengan menggunakan kuisioner I, didapat ada 4 kriteria yang sudah cukup baik yaitu kriteria Sistem Kerja (74,54%), kriteria Pengembangan Karyawan (100%), kriteria Kesehatan Karyawan (89,34%), kriteria Dukungan dan Kepuasan (73,11%). Sedangkan untuk kriteria Pelatihan dan pendidikan (59,64%) masih tergolong buruk dan untuk kriteria keselamatan karyawan (43,75%) juga masih tergolong masih buruk. Untuk hirarki tingkat II yang dianggap paling mempengaruhi performansi manajemen sumber daya manusia perusahaan adalah kriteria sistem kerja dengan persentase (0,6284), selanjutnya kriteria kesejahteraan dan kepuasan karyawan pendidikan (0,2299) dan terakhir pelatihan dan pengembangan karyawan (0,1466) Untuk hierarki level/tingkat III, berdasarkan hasil kuesioner II didapat bahwa kriteria sistem kerja mendapat perhatian yang sangat besar dalam artian memiliki pengaruh besar dengan nilai bobot (0,6284). Selanjutnya disusul kesehatan karyawan (0,1595), pelatihan dan pendidikan (0,1165), keselamatan karyawan (0,0495), pengembangan karyawan (0,0301) dan terakhir dukungan dan kepuasan karyawan (0,0209).
Jumat, 13 September 2013
Skripsi T Industri Usulan Penerapan Process Capability Dan Acceptance Sampling Plans Berdasarkan Mil-Std 1916 Untuk Pengendalian Kualitas Produk Pada PT. Pantja Surya
Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Usulan Penerapan Process Capability Dan Acceptance Sampling Plans Berdasarkan Mil-Std 1916 Untuk Pengendalian Kualitas Produk Pada PT. Pantja Surya. PT. Pantja Surya merupakan suatu perusahaan industri yang bergerak di bidang pengolahan karet yaitu pengolahan karet mentah menjadi karet remah (crumb rubber).
Permasalahan dalam penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk yang berkualitas yang sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan sehingga diperlukan pemeriksaan terhadap produk akhir, namun karena keterbatasan pemakaian alat dan biaya pemeriksaan yang tinggi sehingga pemeriksaan 100 % tidak mungkin dilakukan.
Tujuan penelitian ini untuk menentukan process capability dari produk crumb rubber yang diteliti untuk melihat sejauh kemampuan proses dalam menghasilkan produk sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan dan menentukan rencana sampel penerimaan variabel berdasarkan metode MIL-STD 1916 dalam pemeriksaan produk akhir yang berupa crumb rubber untuk mengurangi biaya pemeriksaan yang tinggi dan dapat memberikan petunjuk terhadap lot yang diterima atau ditolak. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data persentase kadar kotoran, abu, zat menguap, plastisitas awal (Po), Plasticity Retention Index (PRI, serta kadar nitrogen dari produk crumb rubber untuk menentukan process capability dengan melihat nilai Cp dan Cpk dan penentuan rencana sampling penerimaan berdasarkan MIL-STD 1916. Dari perhitungan nilai Cp dan Cpk, didapat bahwa untuk kotoran, abu, zat menguap, Plasticity Retention Index (PRI), serta kadar nitrogen nilai Cp > 1 yang berarti bahwa proses yang telah dijalankan adalah baik untuk memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan. Sedangkan untuk kadar Po nilai Cp < 1 yang berarti bahwa proses tidak baik dalam memenuhi spesifikasi. Untuk kadar kotoran, abu, zat menguap, serta kadar nitrogen nilai Cpk > 1 dan untuk kadar Po dan PRI nilai Cpk < 1. Dari hasil penentuan rencana sampling penerimaan disimpulkan bahwa untuk kadar kotoran, abu, dan zat menguap, lot diterima sedangkan untuk kadar Po, PRI, dan kadar nitrogen disimpulkan bahwa lot ditolak. Untuk lot yang diterima tingkat pemeriksaan dapat diperlonggar dengan mengubah tingkat verifikasi (VL) satu tingkat ke kanan yaitu VL-III sedangkan untuk lot yang ditolak tingkat pemeriksaan harus diperketat dengan mengubah tingkat verifikasi (VL) satu tingkat ke kiri yaitu VL-V.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk yang berkualitas yang sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan sehingga diperlukan pemeriksaan terhadap produk akhir, namun karena keterbatasan pemakaian alat dan biaya pemeriksaan yang tinggi sehingga pemeriksaan 100 % tidak mungkin dilakukan.
Tujuan penelitian ini untuk menentukan process capability dari produk crumb rubber yang diteliti untuk melihat sejauh kemampuan proses dalam menghasilkan produk sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan dan menentukan rencana sampel penerimaan variabel berdasarkan metode MIL-STD 1916 dalam pemeriksaan produk akhir yang berupa crumb rubber untuk mengurangi biaya pemeriksaan yang tinggi dan dapat memberikan petunjuk terhadap lot yang diterima atau ditolak. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data persentase kadar kotoran, abu, zat menguap, plastisitas awal (Po), Plasticity Retention Index (PRI, serta kadar nitrogen dari produk crumb rubber untuk menentukan process capability dengan melihat nilai Cp dan Cpk dan penentuan rencana sampling penerimaan berdasarkan MIL-STD 1916. Dari perhitungan nilai Cp dan Cpk, didapat bahwa untuk kotoran, abu, zat menguap, Plasticity Retention Index (PRI), serta kadar nitrogen nilai Cp > 1 yang berarti bahwa proses yang telah dijalankan adalah baik untuk memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan. Sedangkan untuk kadar Po nilai Cp < 1 yang berarti bahwa proses tidak baik dalam memenuhi spesifikasi. Untuk kadar kotoran, abu, zat menguap, serta kadar nitrogen nilai Cpk > 1 dan untuk kadar Po dan PRI nilai Cpk < 1. Dari hasil penentuan rencana sampling penerimaan disimpulkan bahwa untuk kadar kotoran, abu, dan zat menguap, lot diterima sedangkan untuk kadar Po, PRI, dan kadar nitrogen disimpulkan bahwa lot ditolak. Untuk lot yang diterima tingkat pemeriksaan dapat diperlonggar dengan mengubah tingkat verifikasi (VL) satu tingkat ke kanan yaitu VL-III sedangkan untuk lot yang ditolak tingkat pemeriksaan harus diperketat dengan mengubah tingkat verifikasi (VL) satu tingkat ke kiri yaitu VL-V.
Skripsi T Industri Perancangan Desain Kursi dan Meja Komputer Yang Sesuai Untuk Kenyamanan Karyawan di PT. Bumi Flora Medan
Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Perancangan Desain Kursi dan Meja Komputer Yang Sesuai Untuk Kenyamanan Karyawan di PT. Bumi Flora Medan. P.T Bumi Flora merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan karet dan produksi tandan buah segar.
Pada saat ini PT. Bumi Flora membutuhkan beberapa inventaris kantor yang memadai untuk keperluan karyawannya dalam bekerja, salah satu inventaris yang dibutuhkan adalah kursi dan meja komputer untuk para karyawan, pada saat sekarang ini Banyak karyawan yang mengeluhkan tentang ukuran Kursi dan Meja Komputer yang tidak sesuai dengan dimensi tubuh mereka sehingga karyawan mengalami gangguan Musculoskeletal yang mengakibatkan dampak yang tidak baik bagi kinerja karyawan, seperti sakit punggung, kelelahan yang berlebihan pada tangan, dan nyeri pada tulang belakang atau pinggang (low backpain).
Pengukuran Antropometri bertujuan untuk mengetahui bentuk dimensi tubuh manusia, agar peralatan yang dirancang lebih sesuai dan dapat memberikan rasa nyaman serta menyenangkan. Tahapan pertama untuk mendapatkan ukuran kursi dan meja komputer yang sesuai ini adalah dengan melakukan pengamatan dengan kuesioner Nordic Body Map, untuk mengetahui keluhan-keluhan yang di alami oleh karyawan, selanjutnya dilakukan pengukuran dimensi tubuh karyawan dan dilakukan pengukuran dengan Antropometri, yaitu: perhitungan Statistik Deskriptif, mencari nilai maksimum dan minimum, Uji Keseragaman Data, Uji Kecukupan Data, Uji Kolmogorov-Smirnov dan Perhitungan Persentil.
Hasil perhitungan dari Antropometri di dapat ukuran Tinggi Duduk Tegak (79,44 cm), Tinggi Mata Duduk (67,39 cm), Tinggi Siku Duduk (19,96 cm), Lebar Bahu (48,48 cm), Jangkauan Tangan (68,74 cm) dan Rentangan Tangan (150,38 cm). Setelah dari pengukuran antropometri, data akan di analisa dengan metode RULA (Rapid Upper Limb Assesment), Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan hasil perhitungan dengan metode RULA (Rapid Upper Limb Assesment) dan Antropometri, di dapatkan ukuran-ukuran desain produk yang dapat mewakili ukuran yang sesuai dengan tubuh penggunanya dan ukuran-ukuran dari perhitungan persentil tersebut diterapkan dalam perancangan kursi dan meja komputer usulan.
Pada saat ini PT. Bumi Flora membutuhkan beberapa inventaris kantor yang memadai untuk keperluan karyawannya dalam bekerja, salah satu inventaris yang dibutuhkan adalah kursi dan meja komputer untuk para karyawan, pada saat sekarang ini Banyak karyawan yang mengeluhkan tentang ukuran Kursi dan Meja Komputer yang tidak sesuai dengan dimensi tubuh mereka sehingga karyawan mengalami gangguan Musculoskeletal yang mengakibatkan dampak yang tidak baik bagi kinerja karyawan, seperti sakit punggung, kelelahan yang berlebihan pada tangan, dan nyeri pada tulang belakang atau pinggang (low backpain).
Pengukuran Antropometri bertujuan untuk mengetahui bentuk dimensi tubuh manusia, agar peralatan yang dirancang lebih sesuai dan dapat memberikan rasa nyaman serta menyenangkan. Tahapan pertama untuk mendapatkan ukuran kursi dan meja komputer yang sesuai ini adalah dengan melakukan pengamatan dengan kuesioner Nordic Body Map, untuk mengetahui keluhan-keluhan yang di alami oleh karyawan, selanjutnya dilakukan pengukuran dimensi tubuh karyawan dan dilakukan pengukuran dengan Antropometri, yaitu: perhitungan Statistik Deskriptif, mencari nilai maksimum dan minimum, Uji Keseragaman Data, Uji Kecukupan Data, Uji Kolmogorov-Smirnov dan Perhitungan Persentil.
Hasil perhitungan dari Antropometri di dapat ukuran Tinggi Duduk Tegak (79,44 cm), Tinggi Mata Duduk (67,39 cm), Tinggi Siku Duduk (19,96 cm), Lebar Bahu (48,48 cm), Jangkauan Tangan (68,74 cm) dan Rentangan Tangan (150,38 cm). Setelah dari pengukuran antropometri, data akan di analisa dengan metode RULA (Rapid Upper Limb Assesment), Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan hasil perhitungan dengan metode RULA (Rapid Upper Limb Assesment) dan Antropometri, di dapatkan ukuran-ukuran desain produk yang dapat mewakili ukuran yang sesuai dengan tubuh penggunanya dan ukuran-ukuran dari perhitungan persentil tersebut diterapkan dalam perancangan kursi dan meja komputer usulan.
Skripsi T Industri Analisa Jumlah Kecukupan Armada Tanker Dengan Pendekatan Metode Branch And Bound Di PT. Burung Laut
Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Analisa Jumlah Kecukupan Armada Tanker Dengan Pendekatan Metode Branch And Bound Di PT. Burung Laut. Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat tergantung pada sarana transportasi laut sebagai sarana penghubung utama antara pulau. Distribusi barang antara pulau banyak dilakukan melalui penggunaan jasa angkutan laut.
Oleh karena itu, sektor angkutan laut menempati posisi yang strategis di dalam pendistribusian barang dalam negeri, dimana penggunaan jasa angkutan laut selain relatif murah dibandingkan dengan jasa pengangkutan udara ataupun darat, juga mampu mengangkut volume barang lebih banyak. Demikian halnya pada PT. PLN (Persero) Kitsu Sektor Pembangkitan Belawan yang menggunakan jasa angkutan laut kapal tanker untuk mengangkut BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis HSD (High Speed Diesel) dan IFO (Industrial Fuel Oil) sebagai bahan bakar beberapa PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) yang beroperasi di Sicanang,
Belawan. Belakangan ini, dengan semakin meningkatnya kegiatan industri dan jumlah penduduk di Sumatera Utara, maka kebutuhan akan daya listrik juga mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya. Seiring dengan itu, pemakaian BBM (baik HSD maupun IFO) juga akan meningkat yang mengakibatkan akan meningkat pula kebutuhan akan kapal tanker sebagai sarana pengangkut BBM tersebut.
Oleh karena itu, sektor angkutan laut menempati posisi yang strategis di dalam pendistribusian barang dalam negeri, dimana penggunaan jasa angkutan laut selain relatif murah dibandingkan dengan jasa pengangkutan udara ataupun darat, juga mampu mengangkut volume barang lebih banyak. Demikian halnya pada PT. PLN (Persero) Kitsu Sektor Pembangkitan Belawan yang menggunakan jasa angkutan laut kapal tanker untuk mengangkut BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis HSD (High Speed Diesel) dan IFO (Industrial Fuel Oil) sebagai bahan bakar beberapa PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) yang beroperasi di Sicanang,
Belawan. Belakangan ini, dengan semakin meningkatnya kegiatan industri dan jumlah penduduk di Sumatera Utara, maka kebutuhan akan daya listrik juga mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya. Seiring dengan itu, pemakaian BBM (baik HSD maupun IFO) juga akan meningkat yang mengakibatkan akan meningkat pula kebutuhan akan kapal tanker sebagai sarana pengangkut BBM tersebut.
Skripsi T Industri Usulan Perbaikan Fasilitas Kerja Pada Penggilingan Batu Untuk Mengurangi Musculosceletal Disorder Pada Pabrik PT. Masyarakat Pratama Anindita
Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Usulan Perbaikan Fasilitas Kerja Pada Penggilingan Batu Untuk Mengurangi Musculosceletal Disorder Pada Pabrik PT. Masyarakat Pratama Anindita. PT.Masyarakat Pratama Anindita cabang medan bergerak dalam bidang pembuatan pupuk Dolomit.
Pupuk Dolomit merupakan pupuk yang berguna bagi tumbuhan sawit dan pupuk Dolomit berasal dari kerikil atau bebatuan Dolomit yang dihancurkan menjadi pupuk Dolomit. Pada proses produksi di PT.Masyarakat Pratama Anindita khususnya pada penggilingan batu tidak tersedianya wadah bahan baku sehingga menimbulkan keluhan-keluhan otot karena penggilingan batu tersebut dilakukan dengan manual.
Operator melakukan pekerjaannya dengan posisi kerja berdiri, membungkuk, mengangkat yang dilakukan secara manual, dan tidak tersedianya fasilitas kerja sebagai tempat wadah bahan baku. Aktifitas kerja tersebut dilakukan secara berulang-ulang dalam waktu yang cukup lama sehingga menimbulkan Musculosceletal Disorder. Timbulnya Musculosceletal Disorder pada operator dapat mengurangi produktifitas kerja dikarenakan operator melakukan gerakan rileksasi untuk mengurangi rasa sakit tersebut. Sehingga Penelitian ini bertujuan merancang perbaikan fasilitas kerja berupa wadah tempat bahan baku dan kursi kerja untuk mengurangi keluhan Musculosceletal Disorder. Hasil SNQ menunjukkan setiap operator memiliki keluhan yang tidak jauh berbeda, hal ini disebabkan karena setiap pekerja mempunyai tugas yang sama dan pada umumnya keluhan terjadi pada wilayah bagian tubuh atas seperti bahu, lengan, tangan masing-masing pada bagian kanan dan kiri serta wilayah bagian tubuh bagian bawah seperti paha kanan dan kiri, kaki kanan dan kiri, pantat, lutut kanan dan kiri dan betis kanan dan kiri dan banyak lainnya.
Salah satu tindakan yang dilakukan untuk memperbaiki kondisi tersebut adalah dengan merancang fasilitas kerja berupa kursi kerja yang disesuaikan dengan operator dan wadah tempat bahan baku yang disesuaikan dengan truk pengangkut bahan baku. Perbaikan juga dilakukan terhadap metode kerja sesuai dengan usulan rancangan fasilitas kerja yang baru. Dengan adanya penambahaan fasilitas kerja tersebut gerakan atau metode kerja yang selama ini menimbulkan keluhan Musculosceletal Disorder dapat dieleminasi atau dihilangkan.
Pupuk Dolomit merupakan pupuk yang berguna bagi tumbuhan sawit dan pupuk Dolomit berasal dari kerikil atau bebatuan Dolomit yang dihancurkan menjadi pupuk Dolomit. Pada proses produksi di PT.Masyarakat Pratama Anindita khususnya pada penggilingan batu tidak tersedianya wadah bahan baku sehingga menimbulkan keluhan-keluhan otot karena penggilingan batu tersebut dilakukan dengan manual.
Operator melakukan pekerjaannya dengan posisi kerja berdiri, membungkuk, mengangkat yang dilakukan secara manual, dan tidak tersedianya fasilitas kerja sebagai tempat wadah bahan baku. Aktifitas kerja tersebut dilakukan secara berulang-ulang dalam waktu yang cukup lama sehingga menimbulkan Musculosceletal Disorder. Timbulnya Musculosceletal Disorder pada operator dapat mengurangi produktifitas kerja dikarenakan operator melakukan gerakan rileksasi untuk mengurangi rasa sakit tersebut. Sehingga Penelitian ini bertujuan merancang perbaikan fasilitas kerja berupa wadah tempat bahan baku dan kursi kerja untuk mengurangi keluhan Musculosceletal Disorder. Hasil SNQ menunjukkan setiap operator memiliki keluhan yang tidak jauh berbeda, hal ini disebabkan karena setiap pekerja mempunyai tugas yang sama dan pada umumnya keluhan terjadi pada wilayah bagian tubuh atas seperti bahu, lengan, tangan masing-masing pada bagian kanan dan kiri serta wilayah bagian tubuh bagian bawah seperti paha kanan dan kiri, kaki kanan dan kiri, pantat, lutut kanan dan kiri dan betis kanan dan kiri dan banyak lainnya.
Salah satu tindakan yang dilakukan untuk memperbaiki kondisi tersebut adalah dengan merancang fasilitas kerja berupa kursi kerja yang disesuaikan dengan operator dan wadah tempat bahan baku yang disesuaikan dengan truk pengangkut bahan baku. Perbaikan juga dilakukan terhadap metode kerja sesuai dengan usulan rancangan fasilitas kerja yang baru. Dengan adanya penambahaan fasilitas kerja tersebut gerakan atau metode kerja yang selama ini menimbulkan keluhan Musculosceletal Disorder dapat dieleminasi atau dihilangkan.
Skripsi T Industri Usulan Perbaikan Tata Letak Gudang Produk Jadi Dengan Metode Fix Slot Storage Pada PT. Smart, Tbk. Medan
Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Usulan Perbaikan Tata Letak Gudang Produk Jadi Dengan Metode Fix Slot Storage Pada PT. Smart, Tbk. Medan. PT. SMART, Tbk. Medan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pengolahan Minyak Kelapa Sawit (CPO) dengan jenis produksi berupa Minyak Goreng, Margarin/Shortening, dan Cocoa Butter Substitude (CBS). Perusahaan ini melakukan produksi berdasarkan pesanan (make to order).
Dalam penerapan di lapangan, PT. SMART, Tbk. Medan menggunakan prinsip FIFO untuk memindahkan produk dengan kondisi rak (Slot) 3 sampai 6 Slot tersusun rapat dan menempatkan produk pada rak (Slot) yang berbeda untuk setiap penempatan produk. Kondisi ini akan menjadi permasalahan ketika perusahaan akan melakukan pemindahan produk yang dapat menyebabkan aktivitas bongkar muat produk meningkat dan jarak perjalanan yang tinggi sehingga terjadi pemborosan jarak perjalanan yang dapat mengakibatkan keterlambatan pengiriman produk kepada konsumen.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang tata letak usulan gudang produk jadi, menentukan kebutuhan lokasi penyimpanan (slot) menentukan jarak perjalanan total, dan kebutuhan luas lantai yang dapat mempermudah proses penyimpanan dan penarikan barang di gudang produk jadi dengan menggunakan metode fix slot storage sehingga aliran produk yang masuk dan keluar dari gudang produk jadi dapat terkoordinasi dengan baik dan daerah penyimpanan pada gudang produk akan menjadi optimal. Metode fix slot storage menyusun produk dengan menempatkan satu produk pada satu lokasi penyimpanan saja. Lokasi penyimpanan disebut dengan Slot.
Penempatan produk didasarkan pada perbandingan aktivitas tiap produk dengan kebutuhan slot yang dirangkingkan. Penempatan produk dilakukan dengan cara menempatkan produk dari nilai perbandingan aktivitas dan kebutuhan slot tertinggi dengan jarak perjalanan slot ke pintu gudang (I/O) terkecil. Metode fix slot storage dapat meminimumkan jarak perjalanan (travel distance). Dengan rancangan penyusunan dengan metode fix slot storage diharapkan produk yang akan disimpan dapat menempati lokasi yang tetap (fixed) untuk memudahkan operator dalam menyimpan dan mengambil produk sehingga aliran produk menjadi lancar dan pemakaian area penyimpanan menjadi optimal. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah kebutuhan slot adalah 949 slot, kebutuhan luas lantai adalah 1.539,65 m2 dan jarak perjalanan adalah 13.187,06 dengan meminimumkan jarak perjalanan sebesar 6394,50 meter/hari.
Dalam penerapan di lapangan, PT. SMART, Tbk. Medan menggunakan prinsip FIFO untuk memindahkan produk dengan kondisi rak (Slot) 3 sampai 6 Slot tersusun rapat dan menempatkan produk pada rak (Slot) yang berbeda untuk setiap penempatan produk. Kondisi ini akan menjadi permasalahan ketika perusahaan akan melakukan pemindahan produk yang dapat menyebabkan aktivitas bongkar muat produk meningkat dan jarak perjalanan yang tinggi sehingga terjadi pemborosan jarak perjalanan yang dapat mengakibatkan keterlambatan pengiriman produk kepada konsumen.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang tata letak usulan gudang produk jadi, menentukan kebutuhan lokasi penyimpanan (slot) menentukan jarak perjalanan total, dan kebutuhan luas lantai yang dapat mempermudah proses penyimpanan dan penarikan barang di gudang produk jadi dengan menggunakan metode fix slot storage sehingga aliran produk yang masuk dan keluar dari gudang produk jadi dapat terkoordinasi dengan baik dan daerah penyimpanan pada gudang produk akan menjadi optimal. Metode fix slot storage menyusun produk dengan menempatkan satu produk pada satu lokasi penyimpanan saja. Lokasi penyimpanan disebut dengan Slot.
Penempatan produk didasarkan pada perbandingan aktivitas tiap produk dengan kebutuhan slot yang dirangkingkan. Penempatan produk dilakukan dengan cara menempatkan produk dari nilai perbandingan aktivitas dan kebutuhan slot tertinggi dengan jarak perjalanan slot ke pintu gudang (I/O) terkecil. Metode fix slot storage dapat meminimumkan jarak perjalanan (travel distance). Dengan rancangan penyusunan dengan metode fix slot storage diharapkan produk yang akan disimpan dapat menempati lokasi yang tetap (fixed) untuk memudahkan operator dalam menyimpan dan mengambil produk sehingga aliran produk menjadi lancar dan pemakaian area penyimpanan menjadi optimal. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah kebutuhan slot adalah 949 slot, kebutuhan luas lantai adalah 1.539,65 m2 dan jarak perjalanan adalah 13.187,06 dengan meminimumkan jarak perjalanan sebesar 6394,50 meter/hari.
Skripsi T Industri Usulan Perbaikan Kualitas Produk Genteng dengan Metode Six Sigma (DMAIC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Teknik Industri Lengkap – Usulan Perbaikan Kualitas Produk Genteng dengan Metode Six Sigma (DMAIC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Kualitas telah menjadi bagian yang sangat penting dalam proses produksi. Strategi yang dapat menjamin kualitas adalah strategi yang mampu menjaga kestabilan proses, sehingga proses dapat dikendalikan dengan tujuan untuk dapat meminimisasi produk cacat sehingga kebutuhan pelanggan akan produk berkualitas dapat dipenuhi.
PT. MONIER merupakan sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang produksi genteng beton yaitu profil Exel (Flat) dan Elabana (Round) serta komponen pelengkap (Fitting) dengan beberapa profil yaitu Fitting E-Ridge, Fitting Capridge dan Fitting Longverge dengan sistem produksi yang hanya berdasarkan pesanan pelanggan (make to order). Produk cacat (defect) dalam proses produksi sulit dihindari dalam perusahaan ini. Toleransi kecacatan produk yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu sebesar 8%, sementara pada profil Elabana (Round) mencapai 9.63% dengan jenis kegagalan seperti produk pecah sudut, tergores, warna tidak sempurna, Gep tidak sempurna, terdapat kerikil/akar, terdapat debris/tai burung, rapuh, potongan tidak rapih, bergelombang dan retak. Dengan mengikuti langkah-langkah pada metode Six Sigma dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), diperoleh nilai DPMO sebesar 9149 dengan nilai σ sebesar 3.86 dimana masih jauh dari level industri di dunia yang mencapai 6 σ (3,4 DPMO).
Usulan perbaikan kualitas produk genteng dengan metode Six Sigma dan Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengurangi tingkat produk cacat (defect) dalam proses produksi yaitu periksa mata pisau Depallater, periksa pemasangan dan penguncian mata pisau Depallater, periksa peletakan cetakan pada Conveyor sebelum proses pemisahan cetakan dan produk, periksa kondisi mata pisau Making head apakah tumpul/patah, periksa kondisi Propulsion sebelum proses pencetakan, periksa posisi cetakan pada saat Making head, periksa putaran Brush warna secara kontinu, periksa kondisi Brush warna sebelum proses pewarnaan, ukur kadar pasir silika, Oxcide, GC4, semen dan air sebelum proses Mixer slurry. Dengan mempertimbangkan usulan-usulan tersebut, perusahaan diharapkan mampu untuk segera melakukan perbaikan proses untuk menghindari terjadinya kegagalan proses produksi.
PT. MONIER merupakan sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang produksi genteng beton yaitu profil Exel (Flat) dan Elabana (Round) serta komponen pelengkap (Fitting) dengan beberapa profil yaitu Fitting E-Ridge, Fitting Capridge dan Fitting Longverge dengan sistem produksi yang hanya berdasarkan pesanan pelanggan (make to order). Produk cacat (defect) dalam proses produksi sulit dihindari dalam perusahaan ini. Toleransi kecacatan produk yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu sebesar 8%, sementara pada profil Elabana (Round) mencapai 9.63% dengan jenis kegagalan seperti produk pecah sudut, tergores, warna tidak sempurna, Gep tidak sempurna, terdapat kerikil/akar, terdapat debris/tai burung, rapuh, potongan tidak rapih, bergelombang dan retak. Dengan mengikuti langkah-langkah pada metode Six Sigma dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), diperoleh nilai DPMO sebesar 9149 dengan nilai σ sebesar 3.86 dimana masih jauh dari level industri di dunia yang mencapai 6 σ (3,4 DPMO).
Usulan perbaikan kualitas produk genteng dengan metode Six Sigma dan Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengurangi tingkat produk cacat (defect) dalam proses produksi yaitu periksa mata pisau Depallater, periksa pemasangan dan penguncian mata pisau Depallater, periksa peletakan cetakan pada Conveyor sebelum proses pemisahan cetakan dan produk, periksa kondisi mata pisau Making head apakah tumpul/patah, periksa kondisi Propulsion sebelum proses pencetakan, periksa posisi cetakan pada saat Making head, periksa putaran Brush warna secara kontinu, periksa kondisi Brush warna sebelum proses pewarnaan, ukur kadar pasir silika, Oxcide, GC4, semen dan air sebelum proses Mixer slurry. Dengan mempertimbangkan usulan-usulan tersebut, perusahaan diharapkan mampu untuk segera melakukan perbaikan proses untuk menghindari terjadinya kegagalan proses produksi.
Langganan:
Postingan (Atom)
